Riau Tingkatkan Kesiagaan Karhutla Hadapi Ancaman El Nino Sangat Kuat

Riau Tingkatkan Kesiagaan Karhutla Hadapi Ancaman El Nino Sangat Kuat

TABLOIDTIRAI.COM - Pemerintah Provinsi Riau bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pihak swasta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Upaya tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel kesiapsiagaan karhutla pada Senin (10/8). Kegiatan ini digelar sebagai langkah antisipasi menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat yang berpotensi membawa angin monsun kering dari Australia.

Apel tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Manggala Agni, Basarnas, Dinas Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta perwakilan perusahaan.

Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan kondisi cuaca saat ini perlu menjadi perhatian serius. Terlebih, wilayah provinsi tetangga telah mengalami kebakaran dalam skala besar.

Berdasarkan pendataan pemerintah daerah, sejak Januari hingga Agustus 2026 terdapat sekitar 15.600 titik panas yang terpantau di sejumlah kabupaten di Riau.

"Selama dari bulan Januari sampai bulan Agustus ada 15.600 titik di beberapa kabupaten. Ini yang terbesar adalah di Bengkalis ada 8.000 titik dan di Pelalawan ada 4.000 titik," ujar SF Hariyanto.

Ia menyebutkan, sejumlah titik api juga sempat terdeteksi di Rokan Hilir dan Indragiri Hulu. Namun, kebakaran tersebut berhasil ditangani melalui kerja sama seluruh unsur yang berada di lapangan.

Riau saat ini termasuk dalam enam wilayah yang menjadi prioritas nasional dalam penanganan karhutla. Kondisi tersebut mendorong aparat dan pemerintah memperkuat langkah-langkah prabencana untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, mengatakan tim gabungan telah menyiapkan posko di 18 lokasi. Selain itu, sistem rayonisasi diterapkan agar penanganan di lapangan dapat dilakukan dengan lebih cepat.

Menurutnya, pemantauan dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah sistem dan aplikasi yang tersedia, termasuk Si Pongi, Si Pakar, dan Lancang Kuning.

"Pemantauan dari seluruh aplikasi yang kita punyai dari mulai Si Pongi, Si Pakar, maupun Lancang Kuning bisa kita deteksi untuk melaksanakan verifikasi dan deteksi dini agar tidak menjadi besar," jelasnya.

Kesiapsiagaan penanganan karhutla juga mendapat dukungan dari sektor swasta. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengerahkan satu regu personel pemadam lengkap dengan sejumlah peralatan untuk mendukung operasi di lapangan.

Peralatan yang disiapkan antara lain pompa pemadam, selang berdiameter 1,5 inci, drone, serta perlengkapan pendukung lainnya.

Fire Team Coordinator RAPP, Ramadhan, menyatakan pihaknya siap memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.

"Kami siap berkoordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api dan pemangku kepentingan lainnya di lapangan," tegas Ramadhan.

Dukungan juga diberikan APRIL Group dengan menetapkan periode rawan api hingga 30 September 2026. Dalam periode tersebut, perusahaan menyiagakan satu unit helikopter, airboat, belasan kendaraan darat, serta ratusan relawan yang berasal dari 49 desa.

Seluruh sumber daya tersebut disiapkan untuk memperkuat pengawasan dan menjaga wilayah agar tetap bebas dari kebakaran selama periode rawan karhutla. (TN)

#Karhutla #Forkopimda #BMKG