NOC Indonesia Tetapkan Kongres Pemilihan Pengurus Digelar Maret 2029

NOC Indonesia Tetapkan Kongres Pemilihan Pengurus Digelar Maret 2029

TABLOIDTIRAI.COM – Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi menetapkan Kongres Komite Olimpiade Indonesia yang akan memuat agenda pemilihan eksekutif digelar pada Maret 2029. Keputusan tersebut disahkan melalui Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Tahun 2026 yang dihadiri lebih dari tiga perempat anggota.

Penetapan jadwal Kongres merupakan tindak lanjut dari amanat Rapat Anggota 2026 yang berlangsung di Hotel Fairmont, Jakarta, pada 9 Mei lalu. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan masa kepengurusan NOC Indonesia dengan siklus Olimpiade sekaligus memastikan organisasi dapat fokus mempersiapkan atlet dan kontingen Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Ketua Pelaksana RALB NOC Indonesia 2026, Jadi Rajagukguk, mengatakan keputusan tersebut dibuat agar seluruh kebijakan organisasi memiliki dasar yang kuat dan mampu menjawab kebutuhan menghadapi padatnya kalender olahraga internasional.

"Selain membahas kesiapan kontingen Indonesia menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026, RALB 2026 juga mengesahkan penggunaan klausul pengecualian terkait penyelenggaraan Kongres serta menetapkan jadwal pelaksanaannya pada Maret 2029. Rapat juga memutuskan membentuk tim penyempurnaan AD/ART yang terdiri dari unsur anggota dan para pakar agar tata kelola organisasi semakin kuat," ujar Jadi yang juga Komite Eksekutif Komite Olimpiade Indonesia, dilansir dari goriau.com, Senin (20/7).

Jadi menegaskan, keputusan tersebut bukan berarti memperpanjang masa jabatan Ketua Umum maupun jajaran pengurus. Menurutnya, yang disesuaikan hanyalah waktu pelaksanaan Kongres sesuai kebutuhan organisasi.

Sekretaris Jenderal NOC Indonesia, Wijaya Noeradi, menjelaskan bahwa kalender olahraga internasional hingga Olimpiade Los Angeles 2028 sangat padat. Indonesia akan menghadapi Asian Games tahun ini, dilanjutkan SEA Games pada tahun berikutnya, berbagai multievent internasional sepanjang 2027, hingga Olimpiade Los Angeles 2028.

"Yang diputuskan bukan memperpanjang masa jabatan, tetapi menyesuaikan waktu penyelenggaraan Kongres. Kalender olahraga internasional hingga Olimpiade Los Angeles 2028 sangat padat. Tahun ini Indonesia menghadapi Asian Games, dilanjutkan SEA Games pada tahun berikutnya, berbagai multievent internasional sepanjang 2027, hingga puncaknya Olimpiade Los Angeles 2028. Karena itu, anggota berpandangan Kongres lebih tepat dilaksanakan setelah Olimpiade selesai agar organisasi dapat memusatkan perhatian pada pembinaan atlet dan pencapaian prestasi Indonesia," jelas Wijaya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut ditempuh melalui penggunaan klausul pengecualian sebagaimana telah diamanatkan dalam Rapat Anggota sebelumnya. Hal itu dilakukan karena ketentuan AD/ART sebelumnya hanya mengatur penundaan Kongres maksimal satu tahun, sedangkan anggota menghendaki Kongres digelar paling lambat enam bulan setelah Olimpiade Los Angeles 2028, yakni pada Maret 2029.

Wijaya juga menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal Kongres bertujuan menyelaraskan siklus kepengurusan dengan siklus Olimpiade, sebagaimana praktik yang umum diterapkan oleh berbagai Federasi Internasional maupun National Federation di lingkungan Gerakan Olimpiade.

"Esensi utamanya adalah menyelaraskan siklus kepengurusan dengan siklus Olimpiade. IOC sendiri juga melaksanakan pemilihan Presiden setelah Olimpiade Paris 2024, di awal 2025. Dengan pola seperti ini, organisasi tidak terganggu oleh agenda pemilihan ketika sedang memasuki masa persiapan Olimpiade yang membutuhkan fokus penuh. Pendekatan ini juga telah kami konsultasikan kepada IOC dan memperoleh dukungan," sebut Wijaya.

Ia menegaskan bahwa penggunaan klausul pengecualian tersebut tidak mengubah struktur kepengurusan maupun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

"Perlu dipahami bahwa yang dilakukan saat ini bukan perubahan AD/ART, melainkan penggunaan klausul pengecualian. Selama masa penyesuaian tersebut tidak ada perubahan kepengurusan. Kepengurusan tetap menjalankan mandat hingga Kongres diselenggarakan pada Maret 2029 sebagaimana diputuskan dalam Rapat Anggota," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Etik Komite Olimpiade Indonesia, Anthony C. Sunarjo, menilai penyesuaian jadwal Kongres menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi organisasi dalam menghadapi tantangan olahraga di masa mendatang.

"Persiapan menuju Olimpiade tidak dapat dilakukan hanya dalam hitungan bulan, tetapi idealnya sudah dimulai setidaknya dua tahun sebelumnya. Karena itu, anggota memandang lebih tepat apabila Kongres dilaksanakan setelah Olimpiade sehingga organisasi dapat memberikan perhatian penuh terhadap pembinaan atlet dan target prestasi Indonesia," kata Anthony.

Menurut Anthony, keputusan tersebut memiliki landasan konstitusional yang kuat karena telah mendapat persetujuan Rapat Anggota dan dijalankan sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART.

Ia menambahkan, momentum ini juga dimanfaatkan untuk menyempurnakan AD/ART agar selaras dengan Undang-Undang Keolahragaan, Olympic Charter, Peraturan Menteri Pemuda dan Olahraga, serta berbagai regulasi internasional lainnya.

"Sebagai National Olympic Committee yang merupakan bagian dari IOC, Komite Olimpiade Indonesia harus memastikan seluruh tata kelola organisasinya tetap sejalan dengan Olympic Charter dan prinsip-prinsip good governance," tutup Anthony. (TN)

#NOC Indonesia #RALB 2026 #Komite Olimpiade Indonesia