TABLOIDTIRAI.COM – Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang berlangsung di Bandar Lampung pada 10–11 Juni 2026 menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode mendatang. Ade Jona terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan luas dari Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI di seluruh Indonesia.
Terpilihnya Ade Jona tidak terlepas dari dinamika dukungan yang berkembang menjelang dimulainya Munas. Dua calon ketua umum lainnya, Anthony Leong dan Reynaldo Bryan, turut mewarnai kontestasi sebelum akhirnya dukungan dari berbagai daerah mengerucut kepada Ade Jona.
Perwakilan tim pemenangan Ade Jona menyebut, dukungan yang mengalir dari puluhan BPD HIPMI menjadi bukti kepercayaan kader terhadap visi persatuan yang diusungnya.
"Ada 38 BPD HIPMI di Indonesia, Ade Jona siap merangkul semuanya tanpa membeda-bedakan antara pendukung dan non pendukung," kata perwakilan Tim Ade Jona, Rabu (10/6).
Munas XVIII HIPMI sendiri dihadiri lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari pengurus pusat, daerah, anggota, serta berbagai unsur organisasi dari seluruh Indonesia.
Berpengalaman di HIPMI
Lahir pada 27 Juli 1992, Ade Jona bukan sosok baru di lingkungan HIPMI. Ia pernah menjabat Ketua Umum BPD HIPMI Sumatera Utara periode 2021–2024 sebelum dipercaya menjadi Wakil Bendahara Umum BPP HIPMI. Pengalaman organisasi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang memperkuat dukungan terhadap dirinya dalam pemilihan Ketua Umum BPP HIPMI.
Dalam kehidupan pribadi, Ade Jona menikah dengan lulusan Akpol Deuis Rina Rosy dan telah dikaruniai dua orang anak perempuan.
Aktif di Dunia Politik
Selain dikenal sebagai pengusaha, Ade Jona juga aktif di dunia politik. Saat ini ia menjabat sebagai anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I untuk periode 2024–2029. Ia juga dipercaya memimpin kepengurusan Partai Gerindra Sumatera Utara. Pada Pemilihan Presiden 2024, Ade Jona mengemban tugas sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka di Sumatera Utara.
Jejak Bisnis dan Kekayaan
Di dunia usaha, Ade Jona tercatat pernah menduduki sejumlah posisi strategis di berbagai perusahaan. Ia pernah menjabat Komisaris PT Wirasena Cipta Reswara, Direktur Utama PT Sambas Wirasena Sinergi, Komisaris PT Sangga Lima Saudara, serta Komisaris Utama PT Agung Sejahtera Utama.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2025, total kekayaan Ade Jona mencapai sekitar Rp29,32 miliar setelah dikurangi utang.
Komposisi kekayaannya didominasi oleh aset tanah dan bangunan senilai Rp18,02 miliar serta surat berharga sebesar Rp12,87 miliar. Selain itu, ia juga memiliki kendaraan berupa Toyota Innova Venturer tahun 2018 senilai Rp300 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp315 juta, dan kas serta setara kas sekitar Rp705 juta.
Secara keseluruhan, aset properti dan surat berharga menjadi penyumbang terbesar dalam total kekayaan yang dilaporkan Ade Jona.
Komitmen Persatuan Pasca Munas
Dengan terpilihnya secara aklamasi, Ade Jona dihadapkan pada tantangan untuk menjaga soliditas organisasi dan mengakomodasi berbagai aspirasi dari 38 BPD HIPMI di seluruh Indonesia.
Komitmen untuk merangkul seluruh daerah tanpa membedakan latar belakang dukungan menjadi pesan utama yang disampaikan timnya pasca-Munas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga persatuan organisasi sekaligus memperkuat peran HIPMI dalam mendorong pertumbuhan wirausaha muda nasional.
Catatan Redaksi
Nama Ade Jona Prasetyo pernah disebut dalam persidangan perkara dugaan korupsi proyek di lingkungan DJKA Medan terkait adanya dugaan aliran dana dari terdakwa Eddy Kurniawan Winarto kepada sejumlah pihak. Namun hingga saat ini informasi tersebut masih berupa informasi yang muncul dalam persidangan dan belum terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap yang menyatakan Ade Jona bersalah. Oleh karena itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan. (Erik HR)
#Ade Jona Prasetyo #Ketum BPP HIPMI #Jona Gerindra