RAPP Gandeng Dinkes Riau Tingkatkan Kompetensi Bidan demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

RAPP Gandeng Dinkes Riau Tingkatkan Kompetensi Bidan demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

TABLOIDTIRAI.COM – Penurunan angka kematian ibu dan bayi di Provinsi Riau dinilai tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah. Keterlibatan dunia usaha juga dibutuhkan untuk memperkuat layanan kesehatan, terutama di wilayah yang menjadi area operasional perusahaan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Antenatal Care dan Skrining Hipotiroid Kongenital bagi Bidan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Riau bersama Community Development PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dan digelar di Hotel Tjokro, Pekanbaru, Senin (20/7).

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Muhammad Sardi menyampaikan apresiasi atas dukungan PT RAPP dalam meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan. Menurutnya, Kabupaten Kepulauan Meranti masih menghadapi berbagai keterbatasan, termasuk dalam penyediaan layanan kesehatan.

"Meranti itu daerah yang sangat minim dalam segala hal, termasuk di sektor kesehatan. Selain SDM kami harap ada juga kepedulian dari perusahaan untuk fasilitas kesehatan masyarakat," ujar Sardi, dilansir dari goriau.com, Senin (20/7).

Ia berharap program pelatihan serupa dapat terus dilaksanakan dengan cakupan peserta yang lebih luas, termasuk melibatkan tenaga kesehatan dari rumah sakit di daerah. Menurutnya, keterlibatan PT RAPP juga diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

"Kami akui Meranti sangat minim di sektor kesehatan. Ke depan kami berharap ada penambahan kapasitas peserta termasuk dari pihak rumah sakit di daerah," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa dari sekitar 121 ribu ibu hamil di Riau, baru sekitar 41 ribu yang terpantau melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin. Di sisi lain, jumlah tenaga kesehatan yang tersedia masih belum sebanding dengan banyaknya puskesmas yang beroperasi di seluruh daerah.

"Kami tidak boleh membiarkan kematian ibu dan bayi karena ini menyangkut HAM. Pelatihan seperti ini sangat membantu," tegas Zulkifli.

Ia menjelaskan, angka kematian balita di Provinsi Riau masih berada di atas 400 kasus. Karena itu, diperlukan langkah bersama yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta untuk menekan angka tersebut.

Zulkifli juga menyebutkan bahwa angka kematian bayi dan balita tertinggi berada di Kabupaten Indragiri Hilir. Sementara itu, kasus kematian ibu cukup banyak terjadi di Kabupaten Pelalawan dan Kampar. Adapun di Kabupaten Kepulauan Meranti, angka kematian ibu masih relatif lebih terkendali.

"Oleh sebab itu, kami menyambut baik kegiatan seperti ini dan semoga ke depan cakupan kegiatannya bisa lebih luas," ujarnya.

Selain itu, Zulkifli menyampaikan bahwa program cek kesehatan gratis di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini, capaian program tersebut telah mencapai sekitar 20 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang berada pada kisaran 18 persen lebih.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau berperan dalam melakukan intervensi kebijakan, sedangkan pelaksanaan program dilakukan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat pelayanan kesehatan.

"Kita punya ratusan Puskesmas dan tidak sebanding dengan tenaga kesehatan yang ada. Jadi pelatihan seperti ini sangat membantu," kata Zulkifli.

Di kesempatan yang sama, Community Development Head PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Ferdinand Leohansen Simatupang, mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui berbagai program pelatihan.

Menurut Ferdinand, penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir merupakan salah satu target utama Sustainable Development Goals (SDGs) yang menerapkan prinsip zero tolerance secara global.

Ia menjelaskan, Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Riau pada 2024 tercatat sebesar 90,13 per 100.000 kelahiran, sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) mencapai 6,89 per 1.000 kelahiran.

Melalui program pelatihan ini, PT RAPP menargetkan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di 33 puskesmas yang berada di Kabupaten Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kampar, dan Siak.

"Kami berpesan agar peserta dapat terus mengedukasi masyarakat terkait pencegahan sejak dini di lapangan," ujar Ferdinand. (TN)

 

#RAPP #Dinas Kesehatan Riau #Pelatihan Bidan