TABLOIDTIRAI.COM - Upaya memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus ditingkatkan melalui kerja sama internasional. Indonesia bersama Korea Selatan membangun Indonesia Forest and Land Fire Management Center sebagai pusat penguatan kapasitas penanganan karhutla yang berlokasi di Sumatera Selatan.
Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dengan Menteri Korea Forest Service (KFS) Park Eun-Sik saat kunjungan kerja ke Korea Selatan pada April lalu.
Pertemuan yang berlangsung dalam rangkaian kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan itu membahas berbagai bentuk penguatan kerja sama, termasuk percepatan pembangunan pusat pengendalian karhutla.
"Dari berbagai inisiatif yang akan kita kerjasamakan, salah satunya adalah memfinalisasi Forest and Land Fire Management Center yang baru saja kita lihat ini. Mudah-mudahan nanti Bapak Park dapat datang ke Indonesia untuk memperpanjang kerja sama sekaligus meresmikan Forest and Land Fire Management Center yang ada di sini," ujar Raja Juli Antoni dalam keterangan resminya, Jumat (7/8).
Raja Juli Antoni menegaskan, kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengendalian karhutla akan terus diperkuat. Menurutnya, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak mengenal batas wilayah administratif maupun negara.
"Karena asap hasil kebakaran hutan itu tidak mengerti wilayah administratif. Kebakarannya di OKI, tapi bisa dirasakan di daerah lain, bahkan sampai luar negeri. Asap itu bisa melampaui lintas batas negara," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa penanganan karhutla di Indonesia terus mengalami perkembangan positif dari tahun ke tahun. Meski tahun ini Indonesia menghadapi ancaman El Nino yang datang lebih cepat akibat perubahan iklim, pemerintah tetap berupaya menekan luas kebakaran hutan dan lahan.
"Mudah-mudahan tahun ini kita bisa membuktikan bahwa meskipun El Nino datang lebih cepat, angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Korea Indonesia Forest Center (KIFC) Co-Director Jeong Cheol-Ho menjelaskan bahwa pembangunan pusat pengendalian kebakaran hutan tersebut merupakan hasil kolaborasi yang telah dijalin Indonesia dan Korea Selatan selama lima tahun terakhir.
Selama kurun waktu tersebut, kedua negara saling bertukar teknologi, pengalaman, serta praktik terbaik dalam pengendalian kebakaran hutan hingga akhirnya berhasil mewujudkan Indonesia Forest and Land Fire Management Center.
"Lima tahun lalu kita duduk bersama untuk mencari cara terbaik mengatasi kebakaran hutan di Indonesia. Kita berbagi ide, teknologi, dan pengalaman. Hari ini hasil dari kerja keras kita adalah Pusat Manajemen Kebakaran Hutan ini. Tapi yang lebih berharga dari fasilitas ini adalah semangat, pikiran, dan kerja sama yang ada di dalamnya," kata Jeong.
Jeong menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dan Korea Selatan dalam pengendalian karhutla tidak akan berakhir setelah proyek tersebut selesai tahun ini. Kolaborasi kedua negara akan terus dilanjutkan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di masa mendatang. (TN)
#Karhutla #Korea Selatan #Indonesia Forets Land Fire Management Center