TABLOIDTIRAI.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Kebakaran yang muncul di Blok Bantengan pada Senin (3/8) sore tersebut membuat Balai Besar TNBTS menutup sementara sejumlah jalur wisata menuju Gunung Bromo demi mendukung upaya pemadaman sekaligus menjaga keselamatan pengunjung.
Memasuki Selasa (4/8) pagi, tim gabungan masih terus berupaya menjinakkan api yang membakar semak belukar dan vegetasi di kawasan Blok Bantengan.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah mengendalikan api agar tidak meluas ke area lain. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan luas lahan yang terdampak kebakaran.
"Untuk hitungan luasan terbakar belum bisa dilakukan," ujar Endrip, dikutip dari RMOLJatim.
Ia menjelaskan, proses pendataan luas area yang terbakar baru dapat dilakukan setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan dinyatakan aman.
"Nanti kalau pemadaman sudah selesai dan aman, baru kami lakukan pengukuran untuk mengetahui berapa hektare yang terdampak," kata Endrip.
Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membesar dan menghanguskan vegetasi di kawasan Blok Bantengan.
Sebagai langkah antisipasi, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata menuju Gunung Bromo mulai Senin (3/8) pukul 22.00 WIB.
Penutupan tersebut mencakup pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang.
Hingga Selasa (4/8/2026), belum ada kepastian mengenai waktu pembukaan kembali jalur wisata tersebut. Balai Besar TNBTS menyatakan akses menuju Gunung Bromo baru akan dibuka setelah kebakaran sepenuhnya berhasil dipadamkan dan situasi dipastikan aman bagi wisatawan. (*)
#Kebakaran #Hutan dan Lahan #Bromo