Harga BBM Nonsubsidi Turun per 1 Agustus 2026, ESDM Pastikan Pertalite Tak Berubah

Harga BBM Nonsubsidi Turun per 1 Agustus 2026, ESDM Pastikan Pertalite Tak Berubah

TABLOIDTIRAI.COM - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi terjadi sebagai konsekuensi dari melemahnya harga minyak mentah di pasar internasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, penyesuaian harga tersebut merupakan mekanisme yang berlaku bagi BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax yang kini dibanderol Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.

"Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia ICP. Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dilansir dari Goriau.com, Senin (3/8).

Menurutnya, penyesuaian harga tidak hanya dilakukan oleh perusahaan milik negara, tetapi juga diikuti badan usaha swasta yang bergerak di sektor energi. Hal tersebut sejalan dengan tren penurunan harga minyak dunia.

"Dan sekarang kan lagi turun. Dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah sekarang kan lagi turun kan," tambahnya.

Bahlil menegaskan, meski harga BBM nonsubsidi akan terus mengikuti perkembangan pasar global, masyarakat pengguna BBM bersubsidi tidak perlu khawatir. Pemerintah memastikan harga Pertalite tetap dipertahankan karena merupakan kebutuhan mayoritas pengguna kendaraan di Indonesia.

"Karena total pemakaian BBM 80 persen itu subsidi, yang non-subsidi itu 20 persen. Itu kan bagi yang mampu, bagi saudara-saudara kita yang mampu gitu. Tapi kalau yang 80 persen itu tetap menjadi bagian yang di tanggung jawab oleh pemerintah yaitu subsidi," pungkasnya.

Penyesuaian harga tersebut mulai diberlakukan sejak 1 Agustus 2026 di wilayah yang menerapkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, meliputi Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Berdasarkan daftar harga terbaru, Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter, Pertamax Green 95 menjadi Rp16.600 per liter, dan Pertamax Turbo menjadi Rp18.300 per liter. Sementara itu, harga Dexlite dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap Rp19.700 per liter dan Rp21.150 per liter. Adapun BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar juga tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Rp6.800 per liter. (TN)

#Bahlil #BBM #Pertalite