TABLOIDTIRAI.COM - Momen peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau pada Minggu (9/8) turut mempertemukan delapan tokoh yang pernah memimpin Provinsi Riau. Mengenakan busana Melayu berwarna abu-abu yang dipadukan dengan songket serta tanjak hitam, para tokoh tersebut menyampaikan sejumlah harapan untuk kemajuan Riau ke depan.
Pesan yang disampaikan para mantan pemimpin Riau tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni pentingnya kesinambungan pembangunan, peningkatan konektivitas antarwilayah, penguatan ekonomi masyarakat, hingga menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Gubernur Riau periode 1998-2003, Saleh Djasit, menekankan pentingnya kesinambungan program pembangunan dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya. Menurutnya, setiap pemimpin perlu melanjutkan sekaligus menyempurnakan program yang telah dijalankan sebelumnya.
"Apa yang masih kurang pada masa sebelumnya dapat disempurnakan sekarang, kemudian diteruskan lagi oleh pemimpin berikutnya sehingga pembangunan Riau berlangsung secara berkesinambungan," harapnya.
Sementara itu, Wan Thamrin Hasyim menilai pembangunan infrastruktur, khususnya konektivitas antarwilayah, harus terus menjadi perhatian. Ia menyoroti pembangunan jalan yang menghubungkan Bagan Siapi-api dengan Dumai serta pengembangan jaringan jalan tol sebagai bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
"Pembangunan konektivitas antarwilayah terus dilanjutkan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat," urainya.
Hal senada disampaikan Annas Maamun. Ia berharap pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat hingga ke pelosok Riau.
"Jalan ke daerah dibaguskan, akses kesehatan diperbaiki, kualitas pendidikan ditingkatkan. Kalau ada duit berlebih ya dibaguskan pula rumah ibadah," paparnya.
Di sektor ekonomi, Arsyadjuliandi Rachman mengingatkan agar pertumbuhan ekonomi Riau tidak hanya bertumpu pada perusahaan besar. Menurutnya, UMKM harus diperkuat agar dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyebut terdapat tiga hal yang perlu didorong, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyusunan regulasi yang mendukung UMKM, serta dukungan permodalan dari sektor perbankan.
"Ini tentu harus kita dorong, dengan cara mempersiapkan kelembagaan dan sumberdaya ditingkatkan. Dan mempersiapkan regulasi yang berpihak dengan UMKM," jelasnya.
Sementara itu, Mambang Mit menyoroti besarnya potensi sumber daya alam yang dimiliki Riau. Ia berharap kekayaan tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat di berbagai daerah.
"Daerah kita adalah daerah kaya, jadi masyarakat harus bisa merasakannya," tegasnya.
Selain pembangunan dan ekonomi, persatuan masyarakat juga menjadi perhatian para tokoh tersebut. Wan Abubakar mengatakan peringatan Hari Jadi ke-69 Riau dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
"Mari bersatu memajukan Riau ini, bersatu dalam keberagaman dan maju dalam pembangunan, karena masyarakat Riau yang majemuk tetap harus bersatu," tuturnya.
Semangat kolaborasi juga disampaikan Syamsuar dan Rahman Hadi. Keduanya menilai kemajuan Riau membutuhkan kerja bersama antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong kemajuan pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Provinsi Riau.
"Semoga Riau ke depan lebih bersatu dalam keragaman dan maju dalam pembangunan," imbuhnya.
"Kita berharap, semua masyarakat dapat berkolaborasi dan bahu membahu demi terwujudnya kesejahteraan bersama," pungkas Rahman Hadi. (TN)
#Hari jadi Riau #8 tokoh Riau #Gunernur Riau