Prabowo Apresiasi Kinerja Menteri, Pengamat Nilai Reshuffle Kabinet Makin Sulit Terjadi

Prabowo Apresiasi Kinerja Menteri, Pengamat Nilai Reshuffle Kabinet Makin Sulit Terjadi

TABLOIDTIRAI.COM - Apresiasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto terhadap kinerja para menterinya dinilai menjadi pertanda bahwa perombakan atau reshuffle kabinet belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai pernyataan tersebut mencerminkan penilaian positif Prabowo terhadap para pembantunya. Menurut Adi, Presiden melihat para menteri telah menjalankan tugas dengan serius, memiliki semangat kerja, serta menjaga amanah yang diberikan menjelang hampir dua tahun pemerintahan.

“Pernyataan Prabowo pasti ada yang pro dan kontra. Tapi ketika Presiden memberikan apresiasi terhadap kinerja menterinya, sepertinya ini bentuk apresiasi menjelang dua tahun pemerintahannya,” kata Adi, dilansir dari rmol.id, Minggu (9/8).

Adi menyebut capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan menjadi salah satu hal yang layak mendapat perhatian. Ia menilai capaian tersebut cukup positif mengingat kondisi global masih menghadapi berbagai gejolak, termasuk konflik dan perang yang belum berakhir di kawasan Timur Tengah.

Ia juga menyoroti keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM nonsubsidi meski situasi global masih dipengaruhi konflik. Kebijakan tersebut, menurutnya, turut menjadi bagian dari kinerja pemerintah yang mendapatkan respons positif.

Berdasarkan kondisi tersebut, Adi menilai kemungkinan terjadinya reshuffle kabinet dalam waktu dekat semakin kecil. Ia mempertanyakan kemungkinan Presiden melakukan perombakan kabinet ketika pada saat yang sama memberikan penilaian positif terhadap kinerja para menterinya.

“Bagaimana mungkin, ketika sang Presiden memberikan respons yang cukup baik terhadap kinerja pembantunya, reshuffle kabinet terjadi dalam waktu dekat?” katanya.

Di sisi lain, Adi mengatakan perbedaan pandangan mengenai kinerja pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Masyarakat, kata dia, memiliki kebebasan untuk memberikan penilaian, baik positif maupun negatif, terhadap jalannya pemerintahan.

Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi pertentangan di tengah masyarakat.

“Namanya demokrasi tidak satu persen sama pikirannya. Apapun pendapat terkait dengan berjalannya pemerintahan yang hampir dua tahun, mau positif atau negatif, yang paling penting tidak boleh gontok-gontokan,” tandasnya. (TN)

#Prabowo #Rapat #Kabinet