TABLOIDTIRAI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi sebaran abu atau debu vulkanik yang berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung, Idham Basyar Syahputra, menyampaikan bahwa abu vulkanik yang terbawa angin berpotensi menimbulkan sejumlah dampak. Selain dapat menurunkan kualitas udara, paparan debu juga berisiko mengganggu kesehatan dan mengurangi jarak pandang pengguna jalan.
“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi menghasilkan abu atau debu vulkanik. Debu vulkanik ini dapat terbawa angin dan mengganggu kualitas udara, jarak pandang, serta kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” ujar Idham.
Kendati demikian, BPBD Kota Bandar Lampung meminta masyarakat tidak panik. Warga diharapkan tetap tenang sembari meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak dari sebaran abu vulkanik.
Idham juga menyampaikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko paparan debu vulkanik.
Pertama, warga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan. Pelindung mata juga dapat digunakan apabila kondisi udara dipenuhi debu.
Kedua, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan abu vulkanik.
Selanjutnya, pintu, jendela, dan ventilasi rumah sebaiknya ditutup apabila abu vulkanik mulai masuk ke dalam kediaman.
Masyarakat juga perlu memastikan makanan dan sumber air terlindungi dari paparan abu vulkanik agar tetap aman untuk dikonsumsi.
Bagi pengendara, BPBD mengingatkan agar meningkatkan kehati-hatian saat berada di jalan. Sebaran abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.
BPBD Kota Bandar Lampung turut meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui kanal dan instansi resmi yang berwenang. Langkah tersebut penting agar warga dapat segera menyesuaikan tindakan apabila terjadi perubahan kondisi. (TN)
#Erupsi #Gunung Anak Krakatau #Lampung