Menhan Sjafrie Tinjau Pembangunan Dua Yonif Teritorial di Riau

Menhan Sjafrie Tinjau Pembangunan Dua Yonif Teritorial di Riau

TABLOIDTIRAI.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau pada Kamis (6/8). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan pertahanan wilayah melalui pengecekan langsung perkembangan pembangunan dua Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di bawah Kodam XIX/Tuanku Tambusai.

Dua satuan yang menjadi lokasi peninjauan yakni Yonif TP 952/Imam Bulqin yang berada di Duri, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, serta Yonif TP 898/Pancalang Cakti yang berlokasi di Lipat Kain, Kabupaten Kampar.

Setibanya di Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Menhan Sjafrie tiba bersama sejumlah pejabat tinggi TNI. Rombongan tersebut terdiri dari Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, beserta sejumlah pejabat utama lainnya.

Kedatangan rombongan disambut dengan upacara penghormatan militer oleh Pangdam XIX/Tuanku Tambusai beserta jajaran. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Irdam XIX/Tuanku Tambusai Brigjen TNI Totok Sutrisno, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Tri Aji Sartono, serta Danlanal Dumai Kolonel Laut Kusumaji. Setelah prosesi penyambutan selesai, Menhan bersama rombongan langsung melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan kedua batalyon.

Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan bahwa pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan merupakan bagian dari strategi memperkuat sistem pertahanan negara dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. Menurutnya, prajurit yang bertugas di satuan tersebut tidak hanya dituntut memiliki kemampuan tempur yang mumpuni, tetapi juga mampu berperan aktif di tengah masyarakat.

"Yonif Teritorial Pembangunan tidak hanya dipersiapkan sebagai satuan tempur yang profesional, tetapi juga sebagai kekuatan yang hadir bersama masyarakat. Prajurit harus memiliki kemampuan bertempur yang andal sekaligus mampu berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan menjaga stabilitas wilayah," ujarnya.

Saat memberikan arahan kepada prajurit Yonif TP 952/Imam Bulqin, Menhan menegaskan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai dasar keprajuritan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas.

"Profesionalisme, disiplin, loyalitas, dan pengabdian kepada rakyat harus menjadi fondasi utama setiap prajurit dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegasnya.

Sjafrie juga menekankan bahwa penguatan sistem pertahanan nasional tidak hanya berfokus pada modernisasi dan pemenuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kesiapan operasional satuan di berbagai daerah juga menjadi faktor penting dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang. (TN)

#Menhan #Yonif TP #sjafrie