Ketika Kepala dan Para Wakil Kepala BGN Jadi Tersangka, Satu Nama Aman dan Melenggang ke Puncak, Kok Bisa ?

Ketika Kepala dan Para Wakil Kepala BGN Jadi Tersangka, Satu Nama Aman dan Melenggang ke Puncak, Kok Bisa ?

TABLOIDTIRAI.COM - Tiga petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) jadi tersangka korupsi Makan Bergizi Gratis (MBG), namun nasib baik berpihak pada Nanik S Deyang, salah seorang Wakil Kepala BGN itu ditunjuk dan akan segera dilantik oleh Presiden Prabowo menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. 

Sebelumnya, posisi Deyang sama dengan Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung, Wakil Kepala BGN. Sementara, Wakil Kepala BGN Sony dan Lodewyk segera mendekam bersama ex Kepala BGN Dadan Hindayana, mengapa Nanik S Deyang tak terseret pusara korupsi Dadan CS ? Ini pendapat pengamat dan mahasiswa.

Analis Komunikasi Universitas Paramadina Jakarta Hendri Satrio atau Hensa memilih berprasangka baik terkait fakta ini. Hensa berpendapat, Nanik tak ikut diciduk mungkin lantaran paling belakang bergabung dengan BGN.

"Ada pertanyaan juga di masyarakat ini kenapa Naniknya enggak kena ya, kan gitu, yang tiga sudah masuk gitu ya, kalau saya sih positif thinking aja karena dia paling belakangan juga masuknya," ungkap Hensa, Jumat (5/6), dikutip dari Tribun Style, Sabtu (6/6).

Selain itu, Hensa juga menilai bahwa Nanik selama ini menunjukkan loyalitas yang kuat kepada Presiden Prabowo. "Dia tegak lurus ke Pak Prabowo, sehingga dia bisa menjaga marwah itu," ucapnya.

Sementara respon berbeda ditunjukan oleh kalangan mahasiswa. Uraian fakta tersebut justru menimbulkan rasa curiga, ada skenario besar apa di balik peristiwa penangkapan Kepala BGN dan Wakil-wakil Kepala BGN, kecuali Nanik S Deyang.

"Justru di sini kami merasa janggal. Entah ini murni karena kedekatan Nanik dengan Presiden Prabowo, atau ada motif lain ? Ya kan kita semua tau bahwa Nanik juga bagian dari Tim Pemenangan Prabowo-Gibran," kata Arsyad Lubis, aktivis mahasiswa di Riau, sekaligus Ketua PMII kota Pekanbaru.

Hal senada disampaikan oleh aktivis mahasiswa di Jakarta, Muhammad Ridho, ST. Ia menilai langkah Prabowo segera menunjuk pengganti merupakan hal yang bagus dan harus dilakukan, namun tetap harus dengan alasan dan penegasan yang rasional.

"Ini kalau pak Prabowo kurang hati-hati bisa jadi blunder besar. Masyarakat awam yang tidak sekolah sekali pun paham dan akan merasa janggal, ketika Kepala BGN dan para Wakilnya Korupsi, 2 Wakil Kepala ditangkap, sementara ada 1 orang yang tidak terseret. Apakah selama ini Ibu itu dikucilkan oleh Dadan CS ?," tandasnya, tersenyum.

Sebagai informasi, Nanik akan resmi dilantik Prabowo sebagai Kepala BGN yang baru pada Senin (8/6). Sebelumnya, Nanik menduduki jabatan Wakil Kepala BGN yang dilantik Prabowo pada 17 September 2025 lalu.

Selain Nanik, para Wakil Kepala BGN seperti Mayjen TNI Trenggono dan Agustina Arumsari juga akan dilantik Prabowo. (Red)

#BGN #Nanik S Deyang #Pusara Korupsi MBG