Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Sarawak, 591 Sekolah Ditutup

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Menyebar ke Sarawak, 591 Sekolah Ditutup

TABLOIDTIRAI.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, Indonesia, mulai menimbulkan dampak hingga ke negara tetangga. Asap kebakaran yang terbawa angin menuju Sarawak, Malaysia, menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah memburuk dan berdampak pada aktivitas pendidikan.

Beberapa daerah di Sarawak mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) dalam kategori tidak sehat. Kondisi tersebut terjadi seiring pergerakan kabut asap dari wilayah Kalimantan yang terbawa angin ke arah barat Sarawak.

Berdasarkan data yang tersedia, API di sejumlah wilayah tercatat cukup tinggi. Kuching berada di angka 180, Sri Aman 178, Samarahan 173, Sarikei 159, dan Sibu 108.

Wakil Direktur Jenderal Pengelolaan Lingkungan, Departemen Lingkungan Hidup (DOE) Malaysia, Azuri Azizah Saedon, mengatakan peningkatan pencemaran udara berkaitan dengan pergerakan kabut asap dari berbagai arah.

"Kualitas udara di negara ini hari ini memburuk, dengan peningkatan area yang mencatat angka API tidak sehat yang melibatkan daerah-daerah di Sarawak, yang disebabkan oleh pergerakan kabut asap dari berbagai arah," katanya dalam pernyataan yang dikutip Bernama pada Jumat (21/8).

Sementara itu, data Pusat Meteorologi Khusus ASEAN (ASMC) menunjukkan adanya ratusan titik panas yang terdeteksi di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Kondisi tersebut meningkatkan potensi terjadinya kabut asap lintas batas yang bergerak menuju Malaysia.

Dampak karhutla di Kalimantan terhadap Sarawak turut diberitakan Malay Mail. Media Malaysia itu menyebut kabut asap yang menyelimuti Sarawak berkaitan dengan pergerakan asap dari Kalimantan Barat.

Malay Mail juga menyoroti jumlah titik api di Kalimantan Barat yang mencapai ribuan. Berdasarkan data yang dikutip media tersebut, hingga 10 Agustus terdapat 4.041 titik api yang terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat.

Dari jumlah itu, sebanyak 3.560 titik api berada pada tingkat kepercayaan sedang, sementara 352 titik lainnya masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat Kalimantan Barat memiliki wilayah perbatasan langsung dengan Sarawak.

Sebelumnya, Malay Mail juga memberitakan bahwa asap dari Kalimantan yang bergerak menuju Sarawak telah membuat kualitas udara di sejumlah kawasan Malaysia masuk kategori tidak sehat.

Hal serupa disampaikan Free Malaysia Today (FMT). Media tersebut melaporkan lebih dari 3.500 titik panas terdeteksi di Indonesia sepanjang Agustus 2026.

Jumlah itu disebut meningkat lebih dari empat kali lipat dibandingkan total titik panas pada Juli. Bahkan, angka tersebut menjadi yang tertinggi untuk periode Agustus sejak 2015.

FMT mengaitkan peningkatan ancaman karhutla dengan kondisi cuaca yang semakin kering serta fenomena El Nino. Curah hujan yang berada di bawah normal dan kenaikan suhu dinilai dapat memperbesar potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Skala karhutla di Kalimantan juga menjadi perhatian di tingkat regional. Sepanjang 1-19 Agustus, tercatat 7.286 titik panas di Kalimantan. Sementara itu, Sarawak mencatat 148 titik panas.

Asap dari Kalimantan Barat yang bergerak ke arah utara kemudian turut memperburuk kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak.

Dampaknya mulai terasa pada sektor pendidikan. The Malaysian Reserve melaporkan sebanyak 591 sekolah di Sarawak diperintahkan untuk menghentikan kegiatan sementara pada Jumat (21/8).

Keputusan tersebut diambil setelah kualitas udara di Serian masuk kategori sangat tidak sehat. Data Departemen Lingkungan Hidup Sarawak mencatat API di Serian mencapai 241 pada pukul 08.30 waktu setempat.

Penutupan sekolah tersebut mencakup 509 sekolah dasar dengan jumlah 107.590 murid serta 82 sekolah menengah yang memiliki 89.733 siswa.

Kebijakan itu diterapkan sebagai langkah perlindungan untuk mengurangi paparan siswa terhadap kabut asap yang semakin pekat. Pemerintah setempat juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara di sejumlah wilayah Sarawak.

Sebelumnya, ASMC mendeteksi adanya gumpalan asap lintas batas dengan intensitas sedang hingga tebal yang berasal dari Kalimantan Barat. Asap tersebut bergerak ke arah utara dan mencapai wilayah Sarawak bagian barat.

Dengan kondisi tersebut, kabut asap akibat karhutla di Indonesia kini tidak hanya menjadi persoalan di dalam negeri. Dampaknya telah meluas hingga memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat di negara tetangga.

Pemerintah Malaysia melalui DOE meningkatkan pemantauan kualitas udara serta melakukan patroli di kawasan yang dinilai rawan terjadi pembakaran terbuka. Rencana Aksi Nasional Pembakaran Terbuka dan Rencana Aksi Nasional Kabut Asap juga diaktifkan untuk memperkuat koordinasi penanganan.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan serta terus mengikuti informasi terbaru mengenai kondisi kualitas udara. Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memperparah kondisi kabut asap. (TN)

#Kebakaran #Hutan Kalimantan #Serawak