Kisah Serhii Krynitskyi, Prajurit Ukraina Bertahan 346 Hari di Lubang Perlindungan

Kisah Serhii Krynitskyi, Prajurit Ukraina Bertahan 346 Hari di Lubang Perlindungan

TABLOIDTIRAI.COM - Selama 346 hari, Serhii Krynitskyi bertahan hidup di sebuah lubang perlindungan berukuran sekitar 3 x 4 meter yang berada di garis depan pertempuran dekat Chasiv Yar, wilayah Donetsk, Ukraina timur. Hampir satu tahun ia menghabiskan waktunya di bawah tanah, menghadapi serangan tanpa henti hingga kehilangan rekan seperjuangan. Atas keberaniannya, ia kemudian dianugerahi gelar Pahlawan Ukraina.

Perkembangan perang modern yang ditandai dengan masifnya penggunaan pesawat nirawak (drone) telah mengubah pola pertempuran. Ancaman serangan dari udara membuat pasukan Ukraina maupun Rusia tidak lagi mengerahkan pasukan dalam jumlah besar di satu lokasi. Sebagai gantinya, mereka menempatkan kelompok kecil yang terdiri dari dua hingga tiga prajurit di lubang-lubang perlindungan yang tersebar di sepanjang garis pertempuran.

Bagi Krynitskyi, lubang perlindungan itu bukan hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga menjadi rumah sekaligus pos tempur. Bersama seorang rekannya, ia menjalani hari-hari dengan bertahan dari gempuran musuh, menghadapi suhu dingin, serta menunggu pasokan logistik yang kerap terlambat tiba akibat ancaman serangan drone.

Kondisi yang serba terbatas juga membuat keduanya mengalami kekurangan bahan makanan. Dalam situasi tersebut, mereka memanfaatkan makanan, rokok, hingga baterai dari perlengkapan tentara Rusia yang gugur. Baterai itu kemudian digunakan untuk mengisi daya telepon seluler yang dipakai Krynitskyi merekam aktivitas sehari-harinya selama berada di garis depan.

Sejak Agustus 2025, ia mulai mendokumentasikan kehidupannya melalui sejumlah rekaman video. Dalam dokumentasi tersebut, Krynitskyi memperlihatkan kondisi lubang perlindungan yang ditempatinya, senjata yang berhasil direbut, hingga momen ketika pasukan Rusia melancarkan serangan dalam kelompok-kelompok kecil.

Selama menjalankan tugas di garis depan sejak April 2025 hingga Maret 2026, Krynitskyi mengaku telah menewaskan 23 tentara Rusia dalam pertempuran jarak dekat. Brigade Mekanis ke-24 Ukraina membenarkan jumlah tersebut, meski seluruh rincian peristiwa itu tidak dapat diverifikasi secara independen.

Peristiwa paling menyedihkan dialaminya pada 11 Maret 2026. Saat itu, sebuah drone menjatuhkan bom yang melukai rekannya di bagian kaki. Krynitskyi segera menarik rekannya masuk ke dalam lubang perlindungan dan memasang torniket untuk menghentikan pendarahan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa rekannya.

"Pada pagi hari kami masih bercanda bersama, tetapi pada malam harinya gerbang surga memanggilnya," ujar Krynitskyi dalam salah satu rekaman videonya seperti dilansir dari Reuters.

Setelah melaporkan kejadian tersebut melalui radio, ia menerima perintah untuk meninggalkan pos karena pasukan Rusia semakin mendekati lokasi. Malam itu menjadi kali terakhir Krynitskyi keluar dari lubang perlindungan yang telah menjadi tempat tinggalnya selama hampir satu tahun.

Perjalanan menuju wilayah aman sejauh sekitar 25 kilometer menjadi tantangan berikutnya. Kondisi fisiknya sudah menurun akibat berbulan-bulan hidup di bawah tanah dengan pasokan makanan yang sangat terbatas.

Sebelum bergabung sebagai tentara, Krynitskyi bekerja di sektor pertanian dan konstruksi. Setelah mengalami kecelakaan yang membuatnya koma selama satu bulan, ia kemudian beralih profesi menjadi peternak kelinci.

Pada akhir 2024, ia direkrut menjadi anggota militer Ukraina. Setelah menjalani pelatihan singkat, Krynitskyi ditempatkan di Brigade Mekanis ke-24 yang bertugas mempertahankan wilayah Donetsk dari invasi Rusia.

Pengalaman panjang di medan perang meninggalkan dampak psikologis yang mendalam. Setelah kembali ke Kramatorsk, tangannya masih sering gemetar dan beberapa kali ia menahan tangis ketika mengenang pengalaman yang dialaminya selama bertugas.

Meski demikian, Krynitskyi mulai menemukan arti dari perjuangannya ketika membagikan kisahnya kepada para pelajar di sekolah-sekolah yang berada di dekat kampung halamannya.

"Saya menyadari perjuangan itu tidak sia-sia. Saya mempertahankan tanah air kami agar anak-anak ini tetap bisa belajar dan melihat langit yang cerah," tuturnya.

Atas keberanian yang ditunjukkannya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menganugerahkan medali Pahlawan Ukraina kepada Krynitskyi pada Mei 2026.

Kisah Serhii Krynitskyi menjadi gambaran nyata bagaimana perang modern telah mengalami perubahan. Kehadiran drone memaksa para prajurit bertahan selama berbulan-bulan di ruang perlindungan yang sempit dengan ancaman serangan yang datang setiap saat, sehingga tekanan fisik maupun mental menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan di garis depan. (Tirai/Cakaplah)

 

#Prajurit Ukraina #346 hari #lubang bawah tanah