TABLOIDTIRAI.COM - Pasar saham Asia-Pasifik melemah pada perdagangan Kamis (2/4) pagi, imbas kehati-hatian investor meningkat setelah pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait konflik Iran.
Pada pidatonya, Trump menegaskan bahwa target militer AS di Iran hampir tercapai. Namun, ia juga menyampaikan bahwa Washington siap melanjutkan serangan dengan intensitas tinggi dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Pernyataan ini memicu kekhawatiran baru
Trump sebelumnya juga mengeklaim bahwa pihak Iran telah mengajukan permintaan gencatan senjata, meski klaim tersebut dibantah oleh Teheran. Ia menambahkan, AS baru akan mempertimbangkan hal tersebut apabila jalur strategis Selat Hormuz benar-benar terbuka dan aman.
Tekanan langsung terlihat di sejumlah indeks utama kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 turun 1,88% ke level 52.731,94. Sementara itu, indeks Hang Seng Index melemah 0,99% ke posisi 25.038,87.
Di Korea Selatan, indeks Kospi mencatat penurunan tajam sebesar 3,77% ke level 5.274,23. Adapun indeks S&P/ASX 200 di Australia terkoreksi 0,82% ke posisi 8.600,60, setelah sempat dibuka menguat.
Sementara itu, indeks Shanghai Composite relatif lebih stabil dengan pelemahan tipis 0,39% ke level 3.932,62.
Sentimen negatif ini muncul meskipun Wall Street sebelumnya mencatat penguatan. Indeks S&P 500 naik 0,72%, indeks Nasdaq Composite menguat 1,16%, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,48% pada perdagangan sebelumnya.
Namun, pelaku pasar di Asia cenderung lebih berhati-hati dalam merespons perkembangan terbaru, terutama terkait ketidakpastian arah konflik di Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas lanjutan.
Secara keseluruhan, pergerakan pasar mencerminkan meningkatnya risk-off sentiment di kalangan investor, yang kini menunggu kejelasan lebih lanjut terkait kebijakan AS dan perkembangan konflik Iran dalam beberapa waktu ke depan. (*)
#AS vs Iran #Pidato Donald Trump #Bursa Asia Runtuh