Gila-gilaan Hadapi Iran: AS Habiskan Dana Belasan Triliun Setiap Harinya, ini Rinciannya

Gila-gilaan Hadapi Iran: AS Habiskan Dana Belasan Triliun Setiap Harinya, ini Rinciannya

TABLOIDTIRAI.COM - Perang yang dijuluki sebagai "Epic Fury" kini bukan hanya menjadi panggung kekuatan militer, melainkan juga lubang hitam finansial bagi Amerika Serikat. Dimulai sejak 28 Februari 2026 dengan serangan kilat ke ribuan target, konflik ini tercatat sebagai salah satu perang paling mahal dalam sejarah modern.

Laporan terbaru dari media Jerman, Deutsche Welle (DW), Kamis (26/3) membedah secara brutal betapa mahalnya harga yang harus dibayar Washington demi melumpuhkan Teheran. Berikut perinciannya.

Hanya dalam hitungan jam di awal serangan, AS telah menghabiskan US$ 4 miliar (Rp67,6 triliun). Angka ini membengkak menjadi US$ 11 miliar (Rp185,9 triliun) hanya dalam lima hari pertama. Namun, angka-angka tersebut hanyalah "pemanasan".

Saat ini, biaya operasional harian AS berada pada level yang mengkhawatirkan:

- Serangan Udara: US$ 30 juta (Rp507 miliar)/hari.

- Pengendalian Selat Hormuz: US$ 15 juta (Rp253,5 miliar)/hari.

- Amunisi Rutin: US$ 1,6 juta (Rp27 miliar)/hari.

- Total Estimasi DW: Mencapai US$ 1 miliar (Rp16,9 triliun) per hari.

Jika Pentagon memutuskan untuk melancarkan serangan darat, diperkirakan biaya tambahan sebesar US$ 95 miliar (Rp 1.605 triliun) akan ludes hanya dalam waktu dua bulan.

Bukan hanya biaya operasional, Iran terbukti memberikan perlawanan yang merugikan aset strategis AS. Hingga saat ini, kerugian fasilitas dan alutsista AS diperkirakan mencapai US$ 2,5 miliar (Rp 42,2 triliun), mencakup:

- 3 Pesawat F-15 Eagles: US$ 309 juta (Rp 5,2 triliun).

- Sistem Radar Early Warning: US$ 1 miliar (Rp 16,9 triliun).

- 3 Drone Reaper: US$ 90 juta (Rp 1,5 triliun).

- 2 Satelit Terminal (Bahrain): US$ 20 juta (Rp 338 miliar).

Masalah utama yang dihadapi Pentagon adalah ketimpangan biaya pertahanan. Untuk menangkis rudal Iran, AS harus meluncurkan 3 hingga 4 misil pencegat yang masing-masing berharga hingga US$ 4 juta.

Artinya, AS harus mengeluarkan sekitar US$ 10 juta (Rp169 miliar) hanya untuk menjatuhkan satu gelombang serangan lawan. Padahal Iran hanya menyerang Israel dan AS dengan drone atau rudal yang nilainya hanya mencapai US$ 20.000 atau setara Rp 335 jutaan.

Kondisi ini yang membuat perang Epic Fury terlihat ironis. Amerika Serikat gila-gilaan membakar uang hanya untuk mengalahkan Iran. Sebaliknya Iran justru meladeni serangan demi serangan itu seadanya namun tetap membahayakan.

Saat ini Amerika Serikat memang terlihat tidak khawatir kehabisan uang. Apalagi menurut DW, budget Pentagon diyakini mencapai US$ 901 miliar (Rp 15.229 triliun). Masalahnya, sampai kapan pundi-pundi Washington mampu bertahan di tengah ketidakpastian kapan perang akan berakhir ? (*)

#Perang Iran #AS vs Iran #Serangan AS ke Iran