Sempat Unggul 2-0: Argentina Bangkit Di Penghujung Waktu, Perjalanan Mesir Kandas Ulah Francois Letexier ?

Sempat Unggul 2-0: Argentina Bangkit Di Penghujung Waktu, Perjalanan Mesir Kandas Ulah Francois Letexier ?

TABLOIDTIRAI.COM - Wasit asal Perancis, Francois Letexier, menuai protes dan kecaman keras setelah memimpin laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina vs Mesir di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Selasa (7/7) tengah malam WIB. Kepemimpinan Letexier menuai protes keras dari kubu Timnas Mesir setelah Argentina bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menang dramatis 3-2 sekaligus memastikan tiket ke perempat final.

Kontroversi tersebut mengingatkan publik Indonesia pada laga play-off Olimpiade Paris 2024 antara Timnas U23 Indonesia melawan Guinea yang juga dipimpin Letexier dan sempat memicu kritik luas karena sejumlah keputusan kontroversial. 

Dikutip dari The Athletic, pelatih Mesir Hossam Hassan menilai timnya dirugikan oleh beberapa keputusan wasit sepanjang pertandingan. Menurut Hassan, Mesir seharusnya sempat unggul 2-0 melalui sebuah gol yang kemudian dianulir setelah pemeriksaan Video Assistant Referee (VAR). Tak hanya itu, ia menilai timnya layak memperoleh hadiah penalti pada masa injury time ketika skor masih imbang sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina.

"Kami tidak melihat adanya rasa hormat ataupun fair play. Gol kedua kami dianulir, lalu insiden yang seharusnya diperiksa VAR untuk penalti kami bahkan tidak dicek sama sekali," kata Hassan seperti dikutip The Athletic. 

Pelatih berusia 59 tahun itu bahkan menduga terdapat tekanan kepada wasit selama pertandingan berlangsung. "Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina kepada wasit yang akhirnya menghasilkan keputusan seperti ini," imbuhnya.

Hassan juga melontarkan kritik keras terhadap penyelenggaraan Piala Dunia. "Saya tidak akan pernah menonton Piala Dunia lagi karena tidak ada keadilan dalam kompetisi ini," ujarnya. 

Dalam wawancara dengan stasiun televisi beIN Sports yang kemudian dikutip France24, Hassan bahkan mempertanyakan apakah penyelenggara memang ingin mempertahankan Argentina di turnamen. "Mungkin mereka ingin juara bertahan tetap berada di kompetisi. Mungkin mereka ingin Lionel Messi terus bermain," kata Hassan.

Ia kembali menegaskan kemenangan Argentina bukanlah hasil yang adil. 

"Saya mengatakan kepada wasit bahwa apa yang terjadi tidak adil. Ini kemenangan yang tidak pantas untuk Argentina," tutupnya.

Kekecewaan serupa juga diungkapkan penyerang Mesir, Mostafa Ziko. Dalam wawancara dengan televisi Kanada TSN, Ziko menyebut seluruh kerja keras Mesir hilang karena keputusan wasit.

"Wasit tidak adil. Sangat jelas dia tidak adil. Dia menghancurkan semua usaha kami lewat keputusannya," kata Ziko melalui penerjemah.

Mesir sempat memimpin 2-0 hingga memasuki 11 menit terakhir pertandingan sebelum Argentina mencetak tiga gol beruntun melalui Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.

"Kami meminta maaf kepada rakyat Mesir. Kami ingin membuat mereka bahagia. Tetapi ini bukan takdir kami. Penyebabnya adalah wasit. Trofi ini dipersembahkan untuk Argentina," tutup Ziko.

 

#Mesir vs Argentina #Piala Dunia 2026 #Francois Letexier