OJK Riau Perkuat Budaya Menabung Pelajar Lewat Program Literasi dan Inklusi Keuangan

OJK Riau Perkuat Budaya Menabung Pelajar Lewat Program Literasi dan Inklusi Keuangan

TABLOIDTIRAI.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau terus mendorong penguatan budaya menabung di kalangan pelajar sekaligus meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan keuangan. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, industri perbankan, satuan pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan.

Komitmen itu disampaikan dalam Puncak Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026 yang mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor OJK Provinsi Riau.

Kepala OJK Provinsi Riau Mohammad Fredly Nasution mengatakan, Hari Indonesia Menabung tidak hanya menjadi momentum untuk mendorong masyarakat gemar menabung. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan kebiasaan finansial yang sehat sejak usia dini.

Menurut Fredly, kebiasaan menabung dapat melatih kedisiplinan, kemampuan merencanakan masa depan, serta sikap bijak dalam menggunakan dan mengelola keuangan.

“Menabung mengajarkan kita untuk disiplin, merencanakan masa depan, serta menggunakan dan mengelola keuangan secara bijak. Karena itu, membangun budaya menabung sejak dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda yang cerdas dan mandiri secara finansial,” ujar Fredly.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 350 peserta. Mereka terdiri dari perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, pimpinan perbankan, kepala sekolah, guru, serta pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA dari berbagai wilayah di Provinsi Riau.

Komitmen membangun budaya menabung di kalangan pelajar juga diwujudkan melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang dijalankan industri perbankan di Provinsi Riau.

Dalam periode 1 Juli 2025 hingga 31 Juli, pembukaan rekening melalui Program KEJAR tercatat mencapai 51.321 rekening dengan total nominal Rp65,57 miliar. Selain itu, kegiatan edukasi keuangan melalui program tersebut telah menjangkau 14.283 pelajar.

Pada 2026, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Riau turut mendorong pelaksanaan Program KEJAR sebagai salah satu strategi memperluas akses keuangan bagi pelajar.

Dari total 1.733.643 pelajar di Provinsi Riau, sebanyak 1.383.103 pelajar telah memiliki rekening Simpanan Pelajar (SimPel).

Capaian tersebut dinilai menunjukkan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam membangun kebiasaan menabung sekaligus membuka akses terhadap layanan keuangan bagi pelajar.

Namun, Fredly menekankan bahwa peningkatan akses harus dibarengi dengan pemahaman yang memadai. Dengan demikian, pelajar dapat menggunakan produk dan layanan keuangan secara tepat, aman, serta bertanggung jawab.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, Indeks Literasi Keuangan Provinsi Riau tercatat sebesar 68,93 persen. Sementara itu, Indeks Inklusi Keuangan mencapai 92,79 persen.

Angka tersebut menunjukkan akses masyarakat Riau terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal sudah berada pada tingkat tinggi. Kendati demikian, penguatan literasi keuangan tetap diperlukan, terutama di kalangan pelajar.

“Peningkatan literasi harus berjalan seiring dengan peningkatan inklusi keuangan agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap layanan keuangan, tetapi juga mampu memilih dan memanfaatkan produk serta layanan keuangan secara tepat,” kata Fredly.

Ia menegaskan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan oleh OJK seorang diri. Diperlukan keterlibatan pemerintah daerah, industri jasa keuangan, sekolah, guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang sehat dan inklusif.

Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau M. Job Kurniawan mengapresiasi pelaksanaan Hari Indonesia Menabung dan Bulan Literasi Keuangan Tahun 2026.

Pemerintah Provinsi Riau, kata dia, mendukung berbagai langkah OJK, industri perbankan, dan satuan pendidikan dalam memperkuat literasi serta inklusi keuangan, khususnya bagi pelajar.

Dukungan tersebut dilakukan melalui Program KEJAR, edukasi keuangan, serta berbagai kegiatan yang bertujuan menanamkan kebiasaan menabung sejak dini.

M. Job Kurniawan berharap kolaborasi antarinstansi dan pemangku kepentingan dapat semakin diperkuat sehingga semakin banyak pelajar di Provinsi Riau yang memiliki akses sekaligus pemahaman yang baik dalam mengelola keuangan untuk mempersiapkan masa depan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, OJK Provinsi Riau juga menggelar Lomba Video Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 dengan tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”.

Lomba tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menyampaikan pesan mengenai pentingnya menabung dan mengelola keuangan secara bijak. Selain itu, pelajar juga didorong mengenal implementasi Program KEJAR serta berperan sebagai agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran keuangan di lingkungan sekolah dan keluarga.

OJK Provinsi Riau turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau, Bank Indonesia, Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Riau, industri perbankan, satuan pendidikan, guru, orang tua, serta seluruh pelajar yang berpartisipasi dalam rangkaian Hari Indonesia Menabung Tahun 2026.

Ke depan, OJK Provinsi Riau akan terus memperluas edukasi dan literasi keuangan melalui program kolaboratif bersama pemerintah daerah, satuan pendidikan, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan di Provinsi Riau. (TN)

#Pendidikan #OJK #Menabung Pelajar