TABLOIDTIRAI.COM - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan melalui operasi terpadu. Pengendalian difokuskan pada tiga provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan keterangan tertulis Kementerian Kehutanan, Jumat, 21 Agustus, operasi tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Di antaranya Kementerian Kehutanan, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, pelaku usaha, relawan, serta masyarakat.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan pengendalian karhutla terus disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan.
"Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tulis Ristianto.
Dalam operasi tersebut, sedikitnya 12.880 personel gabungan telah diterjunkan ke tiga provinsi prioritas. Sebanyak 1.410 personel berada di Kalimantan Barat, 10.700 personel di Kalimantan Tengah, dan 770 personel di Kalimantan Selatan.
Personel gabungan menjalankan sejumlah kegiatan, mulai dari pemantauan titik panas atau hotspot dan laporan masyarakat, patroli terpadu, pemeriksaan langsung ke lapangan, hingga pemadaman melalui jalur darat.
Penanganan juga dilakukan dengan membasahi dan mendinginkan area yang terbakar, melakukan penyekatan di lokasi kebakaran, serta memperketat penjagaan di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi guna mencegah api kembali muncul.
Dukungan melalui jalur udara turut disiapkan. Pemerintah mengerahkan helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, hingga helikopter water bombing untuk mendukung upaya pengendalian karhutla.
Selain mengoptimalkan jumlah personel dan peralatan, pemerintah juga mengaktifkan serta membangun sumur bor di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas penanganan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap semakin terbatasnya sumber air permukaan untuk kebutuhan pemadaman akibat kondisi kering. Sumur bor dinilai dapat membantu memperpendek jarak pengambilan air dan mempercepat pengisian peralatan pemadaman.
Keberadaan sumber air tersebut juga diharapkan mendukung proses pembasahan dan pendinginan secara berkelanjutan, khususnya di kawasan lahan gambut yang memiliki potensi menyimpan bara api di bawah permukaan. (TN)
#Karhutla #Kalimantan #Ribuan personnel di kerahkan