TABLOIDTIRAI.COM — Aroma tak sedap dari proyek revitalisasi SDN 037 Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, kian menyengat. Proyek bernilai Rp2,651 miliar itu kini disorot publik setelah muncul dugaan kuat adanya praktik tidak profesional hingga indikasi mark up anggaran.
Sorotan tajam mengarah pada seorang guru berstatus PNS, Luluk Miftaniah, yang oleh sejumlah sumber disebut-sebut memiliki peran besar di balik pengendalian proyek tersebut. Bahkan, beredar informasi bahwa Luluk diduga menjadi aktor kunci yang juga mendorong penunjukan ayah kandungnya, Jafar, sebagai Ketua P2SP (Panitia Pembangunan Sekolah), yang memiliki peran strategis dalam pengawasan jalannya proyek.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek dengan nilai miliaran rupiah itu diduga dikerjakan tidak sesuai standar. Sejumlah temuan di lapangan mengindikasikan adanya penggunaan material kayu bekas pada beberapa bagian konstruksi. Dugaan ini memicu kemarahan warga, mengingat besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.
“Kalau memang benar pakai material bekas, ini jelas keterlaluan. Anggarannya besar, tapi kualitas dipertanyakan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, baru-baru ini.
Di tengah polemik proyek, muncul pula isu lain yang ikut menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Seorang sumber, sebut saja Dadang, mengungkapkan bahwa selama proyek berlangsung, Luluk Miftaniah disebut mengalami perubahan kondisi ekonomi yang cukup mencolok.
Ia dikabarkan membeli satu unit rumah di Jalan Kijang Putih, Tapung, sepeda motor, hingga menghadiahkan mobil jenis Xenia kepada ayahnya.
"Ayahnya, yang kata warga di sini pengawas proyek tersebut, bahkan bisa umroh pada Desember 2025 lalu," ungkap Dadang, Minggu (27/7).
Meski demikian, belum ada bukti yang memastikan bahwa seluruh capaian tersebut berkaitan langsung dengan proyek revitalisasi sekolah yang kini disorot. Namun, waktu perolehan aset tersebut yang beriringan dengan pelaksanaan proyek bernilai Rp2,6 miliar itu menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Upaya konfirmasi kepada Luluk Miftaniah belum membuahkan hasil. Nomor wartawan yang mencoba menghubungi justru diblokir, sehingga belum ada klarifikasi resmi dari yang bersangkutan terkait berbagai tudingan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait, termasuk pelaksana proyek dan instansi berwenang, juga belum memberikan keterangan resmi. (ER)
#Disdikpora Kampar #SDN 037 Karya Indah #Proyek Revitalisasi Sekolah