TABLOIDTIRAI.COM - Universitas Islam Riau (UIR) bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Wilayah Riau menggelar pertemuan guna membahas rencana pendirian Program Profesi Insinyur (PPI). Diskusi berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor III, Gedung Rektorat Universitas Islam Riau, Kamis (16/7), sebagai langkah awal mempersiapkan program pendidikan profesi yang bertujuan mencetak insinyur profesional bersertifikat.
Rapat dipimpin oleh Wakil Rektor III Universitas Islam Riau, Assoc Prof DR Ir Deddy Purnomo Retno, ST MT, dan dihadiri Dekan Fakultas Teknik beserta para Wakil Dekan, Ketua Program Studi Teknik Sipil (S1 dan S2), Teknik Perminyakan, Teknik Mesin, Teknik Geologi, serta jajaran pengurus Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Riau.
Dari pihak PII Wilayah Riau hadir Ketua Ir Ulul Azmi, ST MSi CST IPM ASEAN Eng, Wakil Ketua DR Ir Husni Mubarak, ST MSc, Sekretaris Ir Angga Islam Darmawan, ST CST, serta Dewan Penasehat Ir Irving Kahar Arifin, ST ME IPU ASEAN Eng.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendirikan Program Profesi Insinyur. Pembahasan meliputi kesiapan akademik, pemenuhan regulasi, penyusunan kurikulum, ketersediaan tenaga pengajar, hingga penguatan kerja sama kelembagaan agar penyelenggaraan program dapat memenuhi standar nasional.
Ketua PII Wilayah Riau, Ir Ulul Azmi, ST MSi CST IPM ASEAN Eng, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Universitas Islam Riau yang serius mempersiapkan pembukaan Program Profesi Insinyur. Menurutnya, PII Wilayah Riau siap memberikan rekomendasi resmi setelah seluruh ketentuan dan persyaratan sesuai regulasi dipenuhi.
"Dengan berbagai keunggulan tersebut, mulai dari kapasitas akademik, rekam jejak sebagai perguruan tinggi swasta tertua dan unggulan di Riau, kekuatan program studi strategis, hingga jumlah mahasiswa dan alumni yang sangat besar, kami menilai Universitas Islam Riau sangat layak menjadi penyelenggara Program Profesi Insinyur. PII Wilayah Riau siap memberikan rekomendasi serta mendukung seluruh proses pendirian PPI sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Kami berharap kehadiran PPI di UIR akan semakin memperkuat ekosistem keinsinyuran di Provinsi Riau serta melahirkan insinyur profesional yang kompeten, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional," ujar Ulul Azmi, dilansir dari goriau.com, Kamis (16/7).
Dalam pemaparan yang disampaikan, Universitas Islam Riau dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang menjadi modal penting untuk membuka Program Profesi Insinyur. UIR merupakan perguruan tinggi swasta tertua sekaligus unggulan di Provinsi Riau.
Selain itu, Fakultas Teknik UIR memiliki Program Studi Teknik Perminyakan yang menjadi satu-satunya di Pulau Sumatera, serta Program Studi Teknik Geologi yang merupakan satu-satunya di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII yang meliputi Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sisi sumber daya, UIR saat ini memiliki lebih dari 30.000 mahasiswa aktif. Sementara dalam lima tahun terakhir, Fakultas Teknik Universitas Islam Riau telah menghasilkan lebih dari 10.000 alumni dari berbagai bidang keinsinyuran.
Dewan Penasehat PII Wilayah Riau, Ir Irving Kahar Arifin, ST ME IPU ASEAN Eng, mengatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Program Profesi Insinyur tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga didukung oleh kemitraan yang kuat dengan dunia usaha dan industri.
"Kami melihat Universitas Islam Riau memiliki modal yang sangat kuat untuk menyelenggarakan Program Profesi Insinyur. Dengan komitmen pimpinan universitas, dukungan Fakultas Teknik, serta sinergi bersama Persatuan Insinyur Indonesia, kami optimistis UIR mampu memenuhi standar penyelenggaraan PPI dan menjadi salah satu pusat pengembangan profesi keinsinyuran yang unggul di Provinsi Riau. Kehadiran PPI ini diharapkan dapat mempercepat lahirnya insinyur profesional yang siap menjawab tantangan pembangunan nasional dan kebutuhan dunia industri," kata Irving Kahar Arifin.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Islam Riau, Assoc Prof DR Ir Deddy Purnomo Retno, ST MT, menegaskan bahwa upaya pendirian Program Profesi Insinyur merupakan bagian dari komitmen UIR dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi profesional dan sertifikasi yang diakui negara.
Melalui kolaborasi antara Universitas Islam Riau dan Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Riau, pendirian Program Profesi Insinyur diharapkan dapat segera terwujud. Kehadiran program tersebut juga diharapkan mampu mendukung implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, sekaligus memperkuat peran insinyur profesional dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional. (TN)
#UIR #PPI #PII