TABLOIDTIRAI.COM – Kepala Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Idrus Maarif tengah menjadi sorotan sejumlah elemen masyarakat. Beberapa isu yang mencuat diantaranya alih fungsi bangunan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang diinformasikan digunakan sebagai dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi di lapangan, bangunan MDA yang berada persis di samping kantor Desa Kualu Nenas itu ini dijadikan dapur MBG / SPPG Kualu Nenas atas dasar dokumen perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Desa Kualu Nenas dengan skema sewa.
"Bahkan, RT, RW, Kadus dan aparatur desa sudah terima kompensasi untuk memuluskan bangunan dapur yang semula tempat belajar anak-anak itu," kata Adan (nama samaran), warga desa setempat, Senin (1/6).
Ironisnya, belasan anak-anak dan guru MDA itu kini terlantar dan harus belajar bergilir dari rumah ke rumah.
"Dulu sempat dijanjikan akan disiapkan gedung pengganti untuk fasilitas belajar mereka, namun janji tinggal janji, sampai sekarang mereka hanya mendapatkan omong kosong tanpa kompensasi apapun," tuturnya kecewa.
Karena, sambung Adan, sejak gedung MDA digunakan sebagai dapur MBG yang disebut-sebut milik anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi dan Anasril itu, proses belajar mengajar tidak lagi berlangsung di lokasi tersebut. Sekitar 14 santri terpaksa mengikuti pelajaran di rumah-rumah guru secara bergantian.
Hal senada disampaikan oleh aktivis mahasiswa Kampar Alfitra. Ia menyayangkan jika hal itu benar-benar terjadi. Menurutnya, ini bukan saja demi kepentingan bersama, dugaan mencuat demi kepentingan oknum-oknum tertentu, khususnya di lingkungan pemerintahan desa Kualu Nenas.
"Sebetulnya kami sudah lama mengetahui hal ini. Informasi yang kami dapat, mereka berdalih itu untuk kepentingan bersama, menjalankan program Presiden Prabowo, menebar makan bergizi gratis dan memberdayakan warga setempat sebagai pekerja. Namun, apakah itu bisa diterima sebagai alasan yang tepat jika harus mengorbankan hak pendidikan anak-anak ? Mereka bukan saja sedang menelantarkan, tapi mereka tengah berbuat Dzolim dan berusaha mengubur mimpi anak-anak yang bersekolah di situ," tandasnya.
Ia mendesak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru Nanik S Deyang dan Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Dr. Syartiwidya, S.TP., M.Si untuk turun gunung, mengevaluasi dan menyelesaikan persoalan tersebut.
"Ini harus dijadikan atensi. Kami minta persoalan itu segera diselesaikan. Periksa semua yang terlibat. Jika terbukti bermasalah, kami merekomendasikan Kepala BGN yang baru dan Kepala KPPG Pekanbaru untuk menghentikan operasional dapur MBG di Kualu Nenas tersebut hingga semua permasalahan nya clear. Bahkan, bila perlu cabut saja izin dan pindahkan titik dapur ke tempat lain," tutup Alfitra.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait belum bisa dikonfirmasi. (TIM)
#MBG #BGN #Kepala Desa Kualu Nenas #Sekolah Di Kampar Jadi Dapur MBG #SPPG Kualu Nenas