TABLOIDTIRAI.COM – Keributan yang terjadi di lingkungan Kantor DPRD Provinsi Riau, Kamis (16/7), diduga dipicu memanasnya rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau yang membahas Laporan Hasil Keuangan Pemerintah (LHKP) Tahun Anggaran 2025. Insiden tersebut melibatkan kubu Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan anggota DPRD Riau Indra Gunawan Eet hingga berujung aksi saling pukul yang melibatkan pendukung kedua belah pihak.
Menurut kronologi yang disampaikan Indra Gunawan Eet, persoalan bermula saat rapat Banggar ketika dirinya mempertanyakan adanya pergeseran anggaran Tahun 2025 yang disebut diputuskan secara sepihak oleh pimpinan DPRD Riau tanpa melibatkan seluruh anggota Banggar. Eet mengaku mempertanyakan mekanisme tersebut karena dinilai berkaitan dengan persoalan yang kini menjadi perhatian aparat penegak hukum.
Dalam rapat itu, Eet mengatakan dirinya meminta seluruh proses penganggaran dilakukan secara terbuka dan transparan. Namun, menurut pengakuannya, pernyataan tersebut langsung direspons keras oleh Parisman Ihwan. Ia menyebut Parisman sempat menggebrak meja dan melontarkan tantangan yang dipahaminya sebagai ajakan untuk berkelahi.
Situasi rapat kemudian semakin memanas hingga akhirnya diputuskan untuk diskors. Setelah rapat ditunda, Eet mengaku meninggalkan gedung rapat dan pergi makan bersama Kepala Dinas PUPR Riau. Di saat bersamaan, menurutnya, Parisman masih mengira dirinya berada di ruang Komisi V.
Eet mengklaim mendapat informasi bahwa Parisman bersama sejumlah orang mendatangi ruang Komisi V untuk mencarinya. Namun saat itu dirinya sudah tidak berada di lokasi sehingga tidak terjadi pertemuan.
Mendengar kabar tersebut, Eet mengaku kemudian memutuskan kembali ke DPRD Riau dengan membawa beberapa orang pendukung. Ia menegaskan jumlah orang yang bersamanya hanya sekitar lima orang dan bukan dalam jumlah besar.
Sebelum tiba di DPRD, Eet mengaku sempat menerima telepon dari Parisman Ihwan yang menanyakan keberadaannya. Menurut Eet, ia menjawab sedang menuju DPRD dan Parisman meminta dirinya datang karena akan menunggu di lokasi.
Sesampainya di Ruang Medium DPRD Riau, menurut Eet, perdebatan kembali terjadi antara dirinya dan Parisman Ihwan. Keduanya disebut kembali saling melontarkan tantangan untuk berkelahi. Ketegangan kemudian memicu emosi para pendukung masing-masing sehingga bentrokan fisik tidak dapat dihindari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentrokan berlangsung selama beberapa menit hingga mengundang perhatian pegawai dan anggota DPRD Riau lainnya. Sejumlah orang berupaya melerai keributan yang terjadi di lingkungan kantor legislatif tersebut.
Akibat insiden itu, seorang petugas keamanan Sekretariat DPRD Riau, Harianto alias Anto Gledor, mengalami luka di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Seorang anggota rombongan Indra Gunawan Eet juga dilaporkan mengalami luka ringan.
Beberapa anggota Banggar yang berada di lokasi saat rapat berlangsung antara lain Andi Dharma Taufik, Imustiar, Ginda Bunama, dan Suyadi. Di tengah keributan, Ginda Bunama terdengar meminta seluruh pihak menghentikan aksi saling pukul.
Terpisah, insiden tersebut juga menuai reaksi dari internal Partai Golkar. Seorang kader Golkar Riau, Hendra, meminta DPD Partai Golkar Riau mengevaluasi sekaligus mencopot Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau karena dinilai tidak mampu mengelola dinamika politik internal partai di DPRD hingga berujung bentrokan.
"Kami meminta Ketua Fraksi Golkar dicopot karena tidak mampu menyelesaikan dinamika Golkar di DPRD Riau. Kejadian ini sangat memalukan bagi partai. Kalau tidak ada evaluasi, kami akan menggelar aksi demonstrasi," kata Hendra.
Menurut Hendra, bentrokan yang melibatkan dua politisi di DPRD Riau telah mencoreng citra lembaga legislatif sekaligus nama Partai Golkar di mata masyarakat. Karena itu, ia berharap DPD Partai Golkar Riau segera mengambil langkah tegas agar persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari Parisman Ihwan terkait kronologi versi Indra Gunawan Eet maupun tanggapan Ketua Fraksi Golkar DPRD Riau atas tuntutan pencopotan tersebut. Keterangan dari seluruh pihak masih diperlukan agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai peristiwa tersebut. (*)
#Parisman Ihwan #Ricuh Rapat Banggar DPRD Riau #Indra Gunawan Eet