TABLOIDTIRAI.COM - Pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) serentak Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) se-Provinsi Riau, Ahad (12/4) malam di Prime Park Hotel Pekanbaru, diwarnai ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Hal ini memicu kekecewaan pengurus DPP PKB yang hadir langsung di Riau.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, melalui Ketua DPP PKB, Nihayatul Wafiroh, meminta DPW PKB Provinsi Riau bersikap tegas terhadap anggota DPRD yang tidak disiplin menjalankan tugas kepartaian.
Menurutnya, agenda partai merupakan kewajiban yang harus diikuti seluruh kader, terutama anggota legislatif dari PKB. Ia pun meminta agar segera dikeluarkan surat peringatan (SP) bagi yang absen. “Tolong Sekretaris DPW keluarkan surat teguran. Karena tugas kepartaian adalah di atas tugas kedewanan,” tegas Nihayatul saat mengabsen kehadiran anggota DPRD Provinsi Riau, yang hanya dihadiri empat dari enam orang.
Ketua Umum Perempuan Bangsa yang juga pimpinan Komisi IX DPR RI itu kemudian melanjutkan absensi terhadap 46 anggota DPRD kabupaten/kota se-Riau. Ia meminta anggota yang hadir untuk berdiri, dan kembali menemukan sejumlah anggota legislatif absen. “Kepada Ketua DPC, untuk anggota DPRD yang tidak hadir pada Muscab ini segera keluarkan surat teguran. Ini perintah langsung dari DPP,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyentil sikap sebagian anggota dewan yang dinilai kurang memprioritaskan tugas partai. Ia mencontohkan dirinya bersama anggota DPR RI asal Riau, Mafiron, yang tetap menghadiri agenda partai meski memiliki jadwal kunjungan kerja pada hari yang sama. “Saya dan pak Mafiron ada tugas yang namanya kunjungan kerja. Saya sebagai pimpinan Komisi IX harus sebenarnya memimpin kunjungan kerja, tapi ketika partai sudah menugaskan saya harus menyatakan, siap laksanakan,”tegasnya.
Di tengah sambutannya, Nihayatul juga mengingatkan bahwa PKB di Riau tengah menghadapi ujian. Kondisi tersebut harus dijadikan momentum untuk bangkit dan memperkuat soliditas. “Riau ini sedang diuji, tapi tunjukkan, ujian itu tidak membuat kita jatuh, tunjukkan bahwa ujian ini bikin kita bangkit, tunjukan kepada siapapun yang ingin menjatuhkan PKB mereka adalah orang yang kalah. Karena kita adalah orang yang siap bekerja memenangkan PKB,” katanya.
Pada pembukaan Muscab serentak Nihayatul Wafiroh menekankan bahwa PKB tidak cukup dipimpin oleh politisi biasa, melainkan oleh kader yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Ia mengingatkan bahwa struktur partai, baik di tingkat DPW maupun DPC, bukan sekadar sekretariat, tetapi harus menjadi mesin politik yang hidup dan bergerak. “Pengurus harus jelas tugasnya, program harus terukur, dan manajemen partai harus rapi serta disiplin. Struktur lengkap tapi tidak bergerak, itu bukan organisasi, melainkan hanya katalog,” tegasnya.
Kemudian Mbak Ninik begitu akrabnya disapa menekankan pentingnya kehadiran partai di tengah masyarakat.
“PKB tidak bisa menang hanya dengan elit yang aktif. PKB akan menang jika struktur bergerak hingga ke bawah. PKB harus hadir di tengah persoalan masyarakat dan menjadi solusi. Kepercayaan masyarakat itu seperti udara, tanpanya kita tidak bisa hidup,” pungkasnya.
Sementara, dua anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Riau menjadi sorotan setelah tidak menghadiri kegiatan Musyawarah Cabang (Muscab) PKB se-Riau yang digelar tadi malam. Kedua anggota tersebut adalah Misliadi dari daerah pemilihan (dapil) Riau 5 Dumai–Bengkalis–Kepulauan Meranti, serta Adriyas dari dapil Riau 2 Kampar. Adriyas diketahui merupakan istri dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto.
Ketua panitia Muscab PKB se-Riau, Raja Ferza Fakhlevi, menyampaikan bahwa ketidakhadiran tersebut mendapat perhatian serius dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
“Yang hadir memang perwakilan DPP, tetapi sambutan yang disampaikan mewakili Ketua Umum. Bahkan yang datang adalah Ketua DPP, Ketua Perempuan Bangsa PKB, sekaligus pimpinan Komisi IX DPR RI, Ibu Nihayatul,” ujarnya. (*)
#Muscab PKB Riau #Cak Imin #DPRD PKB Absen