Mobil Dinas Digadai Berujung Dugaan Pemerasan 100 Juta, Mantan Kadis ini Mengaku Tertekan dan Minta Perlindungan Hukum

Mobil Dinas Digadai Berujung Dugaan Pemerasan 100 Juta, Mantan Kadis ini Mengaku Tertekan dan Minta Perlindungan Hukum

TABLOIDTIRAI.COM – Hendri Dunan, yang disebut sebagai Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar, mengakui pernah menggadaikan sebuah mobil kepada pria berinisial F anak mantan anggota DPRD Kampar dengan nilai Rp60 juta selama enam bulan karena alasan kebutuhan dana mendesak.

Menurut pengakuan Hendri, kendaraan tersebut selama masa gadai digunakan oleh F untuk kepentingan usaha maupun keperluan pribadi. Namun saat dirinya hendak menebus kendaraan tersebut setelah masa perjanjian berakhir, ia mengaku diminta membayar hingga Rp100 juta dan merasa di peras.

"Saya pinjam uang Rp60 juta. Ketika hendak mengambil kembali mobil itu, saya diminta Rp100 juta. Menurut saya ini sangat memberatkan," kata Hendri.

Ia menilai penggunaan kendaraan selama berbulan-bulan oleh pihak penerima gadai seharusnya turut diperhitungkan dalam penyelesaian persoalan tersebut. "Kalau dihitung sebagai kendaraan sewa atau rental, tentu ada nilai manfaat yang sudah diperoleh selama kendaraan itu digunakan. Karena itu saya berharap ada penyelesaian yang adil," ujarnya.

Hendri Dunan dikenal luas sebagai birokrat di Kabupaten Kampar. Sebelumnya, ia pernah menduduki jabatan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kampar, Kepala Disperindag Kampar, Kepala Dinas Perkebunan Kampar dan sejumlah jabatan strategis lainnya.

Kini, Hendri mengaku tidak mengetahui keberadaan kendaraan tersebut. Ia menyebut mobil yang digadaikan itu belum dapat diambil kembali dan dirinya tidak mengetahui secara pasti di mana kendaraan tersebut berada. "Sekarang mobil itu tidak bisa saya ambil dan saya tidak tahu lagi keberadaannya. Saya berharap bisa dikembalikan agar nantinya dapat saya serahkan kembali kepada pemerintah daerah," katanya.

Dalam keterangannya, Hendri mengakui bahwa tindakannya menjadikan kendaraan tersebut sebagai jaminan merupakan sebuah kesalahan. "Saya mengakui kesalahan itu. Seharusnya memang tidak dilakukan. Saat itu saya sedang terdesak membutuhkan uang," ucapnya.

Hendri juga mengungkapkan bahwa persoalan tersebut sempat menjadi perhatian sejumlah wartawan dan aktivis LSM setelah informasi mengenai dugaan gadai kendaraan itu beredar luas. Ia menyebut informasi tersebut pertama kali diketahui publik setelah dibocorkan oleh seseorang berinisial ican, yang disebutnya sebagai tokoh organisasi konstruksi di Kampar.

Menurut Hendri, viralnya persoalan tersebut membuat dirinya berada dalam tekanan karena khawatir akan berdampak pada karier dan posisinya sebagai pejabat daerah. "Saya sampai harus mengeluarkan uang untuk menghadapi persoalan yang berkembang setelah masalah ini menjadi perhatian publik. Harus keluar uang kopi dan tutup mulut karena saya khawatir kasus ini semakin meluas dan menimbulkan masalah baru bagi saya," katanya.

Namun Hendri tidak merinci kepada siapa uang tersebut diberikan maupun berapa jumlah yang telah dikeluarkannya. Klaim tersebut juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Lebih lanjut, Hendri berharap pihak F bersedia menyerahkan kembali kendaraan tersebut sehingga persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik.

"Saya berharap mobil itu diserahkan kembali kepada saya agar bisa dikembalikan kepada pemerintah daerah. Saya sudah sangat kewalahan menghadapi persoalan ini," ujarnya.

Ia juga meminta bantuan aparat penegak hukum untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut. "Saya berharap ada bantuan dari aparat kepolisian maupun pihak terkait untuk membantu menemukan dan mengambil kembali kendaraan tersebut serta memberikan perlindungan hukum kepada saya," kata Hendri.

Hingga berita ini ditulis, pihak F belum memberikan tanggapan atas seluruh pernyataan yang disampaikan Hendri Dunan. Karena itu, seluruh keterangan dalam berita ini merupakan pengakuan dan klaim sepihak dari Hendri yang masih memerlukan verifikasi serta konfirmasi dari seluruh pihak terkait. (Tim)

#Hendri Dunan #Dugaan Gadai Mobil Dinas #Staf Ahli Bupati Kampar