TABLOIDTIRAI.COM — Harga ayam ras di sejumlah pasar di Kabupaten Siak, Riau, mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut mulai dikeluhkan masyarakat, terutama pedagang rumah makan dan para ibu rumah tangga yang mengaku kesulitan mendapatkan pasokan ayam dengan harga normal.
Di tengah kenaikan harga Ayam yang tembus dikisaran Rp38.000-Rp50.000 / Kg itu, muncul dugaan di kalangan masyarakat bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pemicunya. Warga menilai, sejak program tersebut berjalan, sebagian besar ayam peternak terserap untuk kebutuhan dapur SPPG sehingga pasokan yang masuk ke pasar berkurang.
“Ini pasti karena MBG. Semua peternak jual ayamnya ke dapur SPPG. Pedagang di pasar kesulitan mendapatkan ayam, makanya harga jadi melambung,” kata Surtini, ibu rumah tangga di Siak Sri Indrapura, Selasa (18/8).
Keluhan serupa disampaikan Halimah. Ia menyebut harga ayam sebelumnya relatif normal dan kenaikan biasanya baru terasa menjelang hari-hari besar.
Namun, dugaan tersebut belum terbukti dan dibantah oleh Bupati Siak, Afni Zulkifli. Menurutnya, persoalan kenaikan harga lebih berkaitan dengan keterbatasan pasokan dibandingkan kebutuhan pasar.
Afni mengungkapkan, produksi ayam dari peternak di Siak saat ini hanya sekitar 370 ton, sementara kebutuhan pasar mencapai sekitar 630 ton. Selisih pasokan yang cukup besar itu dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga. “Sekitar 370 ton ini ada pun di peternak di Siak itu tidak bisa dilepas ke pasar, karena kebutuhan di pasar ada sekitar 630 ton, maka pasti akan terjadi inflasi,” kata Afni saat memimpin rapat koordinasi inflasi di Zamrud Room, Kamis (20/8).
Menurut Afni, sebagian produksi ayam lokal juga telah diplot oleh perusahaan penyuplai sehingga tidak seluruhnya dapat langsung masuk ke pasar. Karena itu, Pemkab Siak kini menelusuri persoalan tersebut dari hulu hingga hilir untuk menemukan titik masalah dalam rantai pasok.
“Masyarakat sudah teriak, terutama pedagang-pedagang rumah makan. Kami meminta keseriusan seluruh pihak untuk mencari tahu di mana persoalan rantai pasok ini,” ujarnya.
Pemkab Siak selanjutnya akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, perusahaan, serta para penyalur ayam. Pemerintah berharap sebagian stok dapat segera dilepas ke pasar untuk meningkatkan pasokan dan menekan harga.
Publik kini menunggu hasil penelusuran pemerintah, apakah harga ayam benar-benar terdorong oleh program MBG, atau justru ada persoalan lain dalam rantai pasok ayam di Siak yang selama ini belum terungkap ? (FS)
#MBG #Harga Ayam Di Siak #Harga Ayam Naik #Bupati Siak Afni Zulkifli