TABLOIDTIRAI.COM - Keberadaan Provinsi Riau, terutama Kabupaten Siak, dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. Dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap produksi minyak Indonesia, keberlangsungan daerah penghasil energi tersebut disebut menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu disampaikan Bupati Siak, Dr Afni Zulkifli, MSi saat menjadi narasumber pada Sarasehan Perwira Siswa (Pasis) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) Angkatan 65 yang berlangsung di Hotel Grand Jatra, Pekanbaru, Rabu (29/7). Di hadapan sekitar seratus perwira TNI dan Polri, Afni menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan salah satu pilar utama bagi kekuatan sebuah negara.
Menurutnya, sebagai kepala daerah yang memimpin wilayah kaya sumber daya alam, ia memahami besarnya tanggung jawab dalam menjaga potensi tersebut. Afni juga mengingatkan kembali sejarah Kerajaan Siak yang secara sukarela menyerahkan tahta, harta, serta sumber daya minyak kepada NKRI. Berangkat dari sejarah tersebut dan besarnya kontribusi sumber daya alam yang hingga kini masih dimanfaatkan, masyarakat dinilai wajar berharap adanya peningkatan kesejahteraan yang dapat dirasakan secara merata.
Ia menjelaskan, Kecamatan Minas yang kini menjadi pusat produksi minyak bumi di bawah pengelolaan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu bukti pentingnya peran Kabupaten Siak bagi sektor energi nasional. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Siak juga memiliki keterlibatan langsung melalui kepemilikan saham terbesar pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako (BSP) yang bergerak di bidang energi.
"Riau adalah jantung ketahanan energi Indonesia. Jika terjadi gangguan terhadap daerah penghasil energi, dampaknya akan dirasakan secara nasional. Menjaga Siak sama dengan menjaga ketahanan energi nasional," tegas Afni, dilansir dari goriau.com, Rabu (29/7).
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, memaparkan besarnya kontribusi Provinsi Riau terhadap perekonomian daerah maupun nasional. Menurutnya, sektor perkebunan kelapa sawit dan minyak serta gas bumi (migas) menjadi dua penopang utama kekuatan ekonomi Bumi Lancang Kuning.
Ia menyebutkan, Riau memiliki sekitar 3,87 juta hektare perkebunan kelapa sawit atau setara 21,23 persen dari total luas perkebunan sawit nasional. Dari luasan tersebut, produksi Crude Palm Oil (CPO) mencapai 9,4 juta ton setiap tahun atau berkontribusi sekitar 20,11 persen terhadap produksi CPO Indonesia.
Pada sektor migas, Riau juga terus menjadi salah satu daerah penghasil minyak terbesar di Indonesia dengan produksi berkisar antara 131.040 hingga 151.550 barel minyak per hari (BOPD), atau sekitar 24 hingga 30 persen dari total produksi nasional. Dukungan terhadap rantai pasok energi tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan Kilang Pertamina RU II Dumai yang memiliki kapasitas pengolahan hingga 170.000 barel per hari.
Selain kekayaan sumber daya alam, posisi geografis Provinsi Riau yang berada di jalur strategis Selat Malaka turut memperkuat perannya sebagai pusat distribusi energi sekaligus gerbang ekspor berbagai komoditas unggulan. Kondisi tersebut menjadikan Riau sebagai wilayah yang memiliki arti penting dalam mendukung ketahanan ekonomi sekaligus pertahanan nasional. (TN)
#Bupati Siak #Ketahanan energi #seskoau