Wamenkes Serahkan 21 Unit X-Ray Portabel untuk Percepat Deteksi TB di Riau

Wamenkes Serahkan 21 Unit X-Ray Portabel untuk Percepat Deteksi TB di Riau

TABLOIDTIRAI.COM - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, menyerahkan bantuan sebanyak 21 unit alat X-Ray untuk mendukung pemeriksaan dan deteksi Tuberkulosis (TB) di sejumlah rumah sakit daerah di Provinsi Riau.

Bantuan X-Ray tersebut diperuntukkan bagi pemeriksaan pasien TB maupun orang yang memiliki kontak erat dengan pasien. Langkah ini dilakukan karena capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) TB di Provinsi Riau masih tergolong rendah.

Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menunjukkan bahwa hingga tahun 2026, realisasi CKG TB di Riau baru mencapai 35 persen dari target sebanyak 22.965 pemeriksaan.

Benjamin Paulus Octavianus menjelaskan, pemberian bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat penanggulangan TB. Menurutnya, meski pengobatan bagi pasien sudah berjalan dengan baik, jumlah kasus TB belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

"Kasus TB ini menular seperti Covid-19, kalau yang ditulari tidak diobati, tentu pasien TB tidak akan berkurang," ujar Benjamin saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Arifin Ahmad, Selasa (4/8).

Ia mengungkapkan, Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia. Karena itu, Presiden menugaskan dirinya bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus untuk mempercepat penanganan penyakit tersebut.

Sebagai bagian dari percepatan deteksi, Kementerian Kesehatan menyalurkan bantuan alat X-Ray portabel ke rumah sakit daerah di Provinsi Riau.

"X-Ray yang kita berikan ini portabel sehingga bisa dibawa ke mana-mana. Bahkan bisa dilakukan di desa-desa yang jauh dari jangkauan rumah sakit," katanya.

Benjamin menambahkan, keberadaan alat tersebut memungkinkan tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan secara langsung ke masyarakat melalui sistem jemput bola, sehingga proses deteksi dini TB dapat berjalan lebih efektif.

Ia menegaskan bahwa pencegahan merupakan langkah penting dalam menekan penyebaran TB. Pasien yang dinyatakan positif harus segera mendapatkan pengobatan, sedangkan orang yang memiliki kontak erat juga perlu menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memastikan ada atau tidaknya infeksi TB.

"Jika terindikasi TB maka harus minum obat saat itu juga, sementara jika tidak terindikasi maka bisa dilakukan pencegahan dengan memberikan obat yang diminum satu kali seminggu selama 12 kali," tegasnya.

Benjamin mengingatkan, apabila upaya pencegahan terhadap kontak erat pasien TB tidak dilakukan secara optimal, maka penularan penyakit tersebut akan terus berlanjut dan berpotensi menyebabkan jumlah kasus TB di Indonesia semakin meningkat. (ER)

#Wamenkes #X-Ray portabel #Rumah sakit