TABLOIDTIRAI.COM - Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, Dinas Kesehatan Provinsi Riau menggelar sosialisasi bertajuk "Pencegahan HIV pada Lingkungan Kampus" di Universitas Riau (Unri), Sabtu (1/8). Kegiatan ini menjadi kampus pertama yang dikunjungi dalam rangkaian sosialisasi tersebut.
Sosialisasi menghadirkan langsung Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli SKep MH, sebagai narasumber pada acara penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Riau. Acara tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Riau, Prof Dr Sri Indarti SE MSi, jajaran pimpinan kampus, serta sekitar 7.600 mahasiswa baru.
Dalam sambutannya, Zulkifli menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-69 Provinsi Riau. Dinas Kesehatan Provinsi Riau berencana melaksanakan sosialisasi serupa di delapan perguruan tinggi besar di Provinsi Riau, dengan Universitas Riau menjadi lokasi pertama.
Pada kesempatan itu, Zulkifli menegaskan bahwa upaya pencegahan merupakan langkah paling penting dalam pengendalian HIV. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan secara intensif, berkesinambungan, serta melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
"Human Immunodeficiency Virus atau HIV ini merupakan virus yang menyerang dan melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia," kata Zulkifli, dilansir dari Cakaplah.com, Sabtu (1/8).
Ia menjelaskan, hingga saat ini HIV belum dapat disembuhkan. Seseorang yang telah terinfeksi akan membawa virus tersebut seumur hidup dan memiliki risiko menularkan kepada pasangan setelah menikah maupun kepada anak yang dilahirkan.
Zulkifli juga mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat ke-11 dunia untuk jumlah infeksi baru HIV terbanyak. Bahkan, Indonesia menempati peringkat pertama kasus HIV di kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data Sistem Informasi HIV AIDS (SIHA), jumlah orang dengan HIV di Provinsi Riau tercatat mencapai 11.784 kasus sejak tahun 1997 hingga Juni 2026.
Menurutnya, dalam tiga tahun terakhir tren kasus HIV di Riau terus mengalami peningkatan. Setiap tahunnya ditemukan lebih dari 1.000 kasus baru positif HIV. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 6.855 orang atau sekitar 58 persen dari total kasus HIV di Provinsi Riau.
Lebih lanjut, Zulkifli menyebutkan bahwa sebanyak 83 persen kasus HIV di Riau berasal dari kelompok usia produktif 25 hingga 49 tahun. Selain itu, jumlah penderita laki-laki tercatat dua kali lebih banyak dibandingkan perempuan.
"Bayangkan di usia yang masih muda, laki-laki sebagai tulang punggung keluarga jika tertular HIV atau perempuan yang akan melahirkan anak-anaknya tertular HIV, cukup besar dampaknya dalam kehidupan seseorang," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan stadium AIDS, jumlah penderita dari kalangan pelajar dan mahasiswa lebih banyak dibandingkan penjaja seks.
Pada tahun 2025, Dinas Kesehatan Provinsi Riau telah melakukan 195.298 tes HIV dengan hasil 1.170 orang dinyatakan positif. Dari jumlah tersebut, sebanyak 462 orang atau sekitar 40 persen berasal dari kelompok lelaki seks lelaki (homoseksual).
Sementara itu, hingga tahun 2026 telah dilakukan 93.524 tes HIV dengan hasil 522 orang positif. Kelompok dengan jumlah kasus terbanyak masih berasal dari lelaki seks lelaki, yaitu sebanyak 170 orang atau sekitar 33 persen.
Melihat kondisi tersebut, Zulkifli menilai situasi HIV di Provinsi Riau sudah sangat memprihatinkan. Karena itu, Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus memperkuat langkah pencegahan, termasuk melalui sosialisasi di lingkungan perguruan tinggi.
"Semoga upaya ini bisa meningkatkan penanggulangan dan mencegah perkembangan HIV di Provinsi Riau," harapnya. (TN)
#UNRI #Sosialisasi #HIV