TABLOIDTIRAI.COM - Kabut asap tebal kembali menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru hingga Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Selasa (25/8) pagi.
Kabut mulai terlihat sejak pagi dan menyebabkan jarak pandang pengendara di sejumlah ruas jalan menjadi terbatas. Kendaraan yang melintas di Jalan Pekanbaru-Rimbo Panjang tampak menyalakan lampu sebagai upaya membantu jarak pandang selama perjalanan.
Pantauan sekitar pukul 06.40 WIB menunjukkan langit masih tampak kelabu. Matahari juga belum terlihat akibat tebalnya kabut asap yang membuat kondisi pagi lebih redup dari biasanya.
Seorang warga, Arif, mengatakan kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut cukup pekat. Kondisi itu membuat jarak pandang berkurang sehingga pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas.
Selain mengganggu jarak pandang, aroma menyengat dari lahan gambut terbakar juga tercium kuat. Bau asap bahkan terasa menyesakkan dan mengganggu pernapasan.
"Bau asap sangat kuat, membuat hidung sakit," cakapnya, dilansir dari Cakaplah.com, Selasa (25/8).
Kabut asap yang melanda Pekanbaru hingga kawasan Rimbo Panjang terjadi ketika penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kampar masih berlangsung.
Sebelumnya, kebakaran lahan di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, masih dalam penanganan petugas gabungan.
Di sisi lain, kualitas udara di Pekanbaru juga dilaporkan memburuk dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat yang berkendara di kawasan terdampak kabut asap diimbau meningkatkan kewaspadaan. Jarak pandang yang terbatas berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan, terutama pada pagi hari. (TN)
#Pekanbaru #kabut asap #rimbo panjang