TABLOIDTIRAI.COM - Harga daging ayam potong di Kota Pekanbaru melonjak hingga Rp47.000 per kilogram di pasar tradisional.
Menyikapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru turun melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kenaikan harga tersebut. Menurutnya, Pemko perlu mengkaji apakah lonjakan dipicu meningkatnya permintaan, keterbatasan pasokan, atau faktor lain dalam rantai distribusi.
"Adanya indikasi permainan atau tidak kita tidak bisa mengandai-andai karena kita belum dapat faktanya. Namun untuk memastikan tentu pemerintah harus turun mencari tahu di mana persoalannya," kata Zainal Arifin, Senin (24/8).
Ia meminta Pemko melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melakukan kajian menyeluruh terhadap produksi dan distribusi ayam potong, termasuk kemampuan peternak memenuhi kebutuhan masyarakat. "Harus dilakukan kajian apakah memang kebutuhan masyarakat tidak tercukupi oleh para peternak ayam sehingga menyebabkan kenaikan. Karena sepengetahuan kita memang hukum ekonomi seperti begitu, atau ada faktor penyebab lain yang harus ditelusuri," jelasnya.
Zainal menegaskan pemerintah harus mencari solusi agar harga kembali stabil, pasokan tetap aman, dan masyarakat tidak terbebani. Salah satunya dengan mendorong hadirnya pengusaha atau peternak baru.
"Salah satu caranya mungkin dengan menciptakan pengusaha atau peternak baru sehingga bisa memenuhi permintaan," tutupnya. (RD)
#DPRD Pekanbaru #Disperindag Pekanbaru #Harga Ayam Potong Pekanbaru