TABLOIDTIRAI.COM — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menerima bantuan revitalisasi untuk 16 sekolah tingkat SD dan SMP dengan total anggaran lebih kurang Rp17 miliar pada tahun ini. Bantuan tersebut merupakan program dari pemerintah pusat guna meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, menjelaskan bahwa anggaran revitalisasi tersebut disalurkan langsung oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke rekening masing-masing sekolah penerima. “Anggarannya langsung masuk ke sekolah. Sekolah dan masyarakat yang mengelola. Jadi, kami hanya mengawasi saja,” ujarnya.
Menurut Jamal, dana revitalisasi dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing sekolah. Salah satu prioritas penggunaan anggaran adalah pembangunan ruang kelas baru, terutama bagi sekolah yang mengalami kekurangan ruang belajar.
Selain itu, dana juga dapat digunakan untuk merehabilitasi bangunan yang mengalami kerusakan, seperti perbaikan atap, plafon ruang kelas, hingga fasilitas sanitasi seperti toilet. “Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing, baik untuk pembangunan maupun perbaikan fasilitas yang sudah ada,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekolah penerima bantuan ditentukan berdasarkan data yang tercatat dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Oleh karena itu, setiap sekolah diwajibkan untuk terus memperbarui data terkait satuan pendidikan, tenaga pendidik, sarana prasarana, serta jumlah peserta didik. “Sumber datanya dari Dapodik. Jadi sekolah harus memastikan datanya selalu diperbarui,” ucap Jamal.
Dengan mekanisme tersebut, sekolah tidak perlu lagi mengajukan proposal untuk mendapatkan bantuan revitalisasi. Kementerian secara langsung menentukan penerima bantuan berdasarkan data yang tersedia di Dapodik.
“Jadi, kami tidak perlu mengajukan proposal. Karena dari kementerian mengambil data sekolah dari Dapodik,” tutupnya.
#Disdik Pekanbaru #Bantuan Revitalisasi Sekolah #SD SMP Pekanbaru