Instruksi Tegas Dirut SPR Haris Kampay Untuk Segera RUPS SPR Trada, Tata Haira Dipecat ?

Instruksi Tegas Dirut SPR Haris Kampay Untuk Segera RUPS SPR Trada, Tata Haira Dipecat ?

TABLOIDTIRAI.COM – Awal kepemimpinan Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (Perseroda) atau SPR, Dr. M. Haris, M.Pd alias Haris Kampay, diwarnai dengan langkah tegas dengan memecat Direktur PT SPR Trada, Tata Haira.

Melalui surat resmi yang beredar di publik, Haris Kampay memberikan instruksi untuk segera diadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT SPR Trada. Agenda utama rapat tersebut adalah pemberhentian dan pengangkatan Direksi serta Dewan Komisaris anak perusahaan BUMD milik Pemerintah Provinsi Riau tersebut.

Permintaan itu tertuang dalam surat Nomor 106/Dir/PTSPR/VI/2026 tertanggal 2 Juni 2026. Dalam surat tersebut, PT Sarana Pembangunan Riau (Perseroda) selaku pemegang saham mayoritas meminta agar RUPS Luar Biasa diselenggarakan paling lambat pada minggu ketiga Juni 2026 dengan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas serta Anggaran Dasar perusahaan.

"Meminta saudara segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa dengan agenda pemberhentian dan pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris serta hal-hal lain yang dianggap perlu," demikian bunyi surat yang ditandatangani M Haris tersebut, sebagaimana diterima redaksi pada Rabu (3/6).

Langkah perombakan ini disebut sebagai bagian dari upaya pembenahan menyeluruh terhadap kinerja perusahaan daerah yang selama ini dinilai belum optimal memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Haris menegaskan dirinya tidak akan pandang bulu dalam melakukan evaluasi terhadap seluruh jajaran direksi maupun komisaris di lingkungan SPR Group. Menurutnya, setiap pejabat perusahaan wajib menunjukkan kinerja nyata dan mampu menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Ia menilai masih terdapat budaya kerja yang tidak produktif di sejumlah anak perusahaan. Kondisi tersebut, kata Haris, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena hanya akan membebani keuangan perusahaan.

"Saya tidak akan pandang bulu. SPR dan seluruh anak perusahaan harus dibersihkan dari penyakit malas, banyak diam, tetapi hanya menghabiskan anggaran. Semua harus bekerja dan menunjukkan hasil," tegas Haris.

Perombakan manajemen PT SPR Trada ini juga disebut sebagai bagian dari program restrukturisasi yang tengah dijalankan Direksi baru PT SPR Perseroda guna memperbaiki tata kelola perusahaan, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat kontribusi BUMD terhadap pembangunan ekonomi daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Tata Haira terkait rencana RUPS Luar Biasa yang akan menentukan nasib jajaran direksi dan komisaris perusahaan tersebut. (HR)

#SPR Trada #BUMD Riau SPR #Tata Haira Riau