Diduga Jumlah Bantuan Korban Gempa Tidak Sesuai Dengan Data Yang Dipublikasi, Camat Di NTT Ngamuk Dan Mengaku Tertekan

Diduga Jumlah Bantuan Korban Gempa Tidak Sesuai Dengan Data Yang Dipublikasi, Camat Di NTT Ngamuk Dan Mengaku Tertekan

TABLOIDTIRAI.COM — Sebuah video yang memperlihatkan Camat Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Agustinus Supratman, bersitegang dengan oknum pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beredar dan menjadi perhatian di media sosial.

Dalam tayangan tersebut, Agustinus terlihat meluapkan kekecewaannya terkait bantuan bagi warga terdampak gempa. Ia bahkan mempertanyakan dugaan ketidaksesuaian antara jumlah bantuan yang disebutkan dengan kondisi logistik yang terlihat di lapangan. Dengan nada kecewa, Agustinus menuding adanya perbedaan informasi mengenai jumlah bantuan yang disampaikan kepada publik dengan kondisi sebenarnya.

“Tapi bapak omong di sana bahwa bapak punya bantuan banyak, supaya orang dengar di sana, ditelpon saya rekam, bapak keterlaluan, bapak jual saya,” ujar Agustinus dalam video tersebut.

Ia kemudian menunjuk sejumlah bantuan yang tersedia di lokasi dan menilai jumlahnya tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Agustinus mengaku sudah berada dalam kondisi tertekan karena harus memastikan bantuan yang datang dapat dibagikan secara merata kepada warga yang membutuhkan. “Saya stres, semua bantuan yang datang harus dibagi rata. Saya hargai bapak dari kemarin seperti Tuhan, saya tak tahan, Pak,” keluhnya.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi di posko utama Kecamatan Lamba Leda Utara, tepatnya di tenda logistik, belum lama ini.

Persoalan bantuan ini menjadi sorotan karena jumlah warga terdampak yang harus dilayani tidak sedikit. Berdasarkan informasi yang disampaikan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi 21.171 warga terdampak yang tersebar di 11 desa.

Video Camat Lamba Leda Utara yang memprotes keras kondisi bantuan tersebut kini menjadi sorotan publik. Pertanyaan besarnya, benarkah jumlah bantuan yang dilaporkan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan ?

Menanggapi hal itu, melalui kanal YouTube, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan sekaligus Direktur Mitigasi Bencana BNPB, Berton SP Pandjaitan, mengatakan insiden tersebut terjadi karena kesalahpahaman di lapangan.

"Kesalahpahaman bisa terjadi di lapangan, apalagi di dalam situasi darurat seperti saat ini," ujarnya. (AG)

#BNPB #Viral Camat NTT Ngamuk #Gempa NTT