733 Titik Panas Di Sumatera: 69 Hotspot Terdeteksi Di Riau, Sebagian Besar Di Pelalawan

733 Titik Panas Di Sumatera: 69 Hotspot Terdeteksi Di Riau, Sebagian Besar Di Pelalawan

TABLOIDTIRAI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, mendeteksi sebanyak 733 titik panas di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data hingga pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan dari total tersebut, sebanyak 69 titik panas terpantau berada di Provinsi Riau.

Selain Riau, sejumlah wilayah lain di Sumatera juga mencatat titik panas dalam jumlah cukup tinggi. Bangka Belitung menjadi daerah dengan temuan terbanyak, yakni 100 titik, disusul Lampung 98 titik, Jambi 53 titik, Kepulauan Riau 17 titik, Bengkulu 14 titik, Sumatera Barat 4 titik, dan Sumatera Utara 1 titik.

Di Provinsi Riau, 69 titik panas tersebut tersebar di delapan kabupaten. Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, mencapai 56 titik.

Selanjutnya, Kabupaten Indragiri Hilir mencatat 4 titik panas dan Kabupaten Kampar sebanyak 3 titik.

Dua titik panas lainnya terdeteksi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sementara Kabupaten Bengkalis, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, dan Indragiri Hulu masing-masing mencatat satu titik panas.

Di tengah tingginya temuan hotspot tersebut, Manggala Agni juga mencatat luas lahan yang terbakar di Riau telah mencapai lebih dari 700 hektare dalam beberapa hari terakhir.

Kabupaten Inderagiri Hulu menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, yakni mencapai 434 hektare. Sementara itu, kebakaran lahan di Kabupaten Pelalawan tercatat seluas 300 hektare.

Selain di kedua daerah tersebut, Manggala Agni turut melakukan penanganan kebakaran lahan di sejumlah wilayah lain, termasuk Kabupaten Kampar, Siak, dan Bengkalis.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan peningkatan frekuensi kebakaran saat ini terjadi di Riau dan Sumatera Selatan.

“Untuk Wilayah Sumatera saat ini yang sedang naik frekuensi kebakarannya di Riau dan Sumatera Selatan,” ungkap Ferdian.

Ia menambahkan, kondisi kebakaran di Sumatera Selatan juga mendapat penanganan tambahan. Manggala Agni dari Jambi telah hampir 15 hari diperbantukan atau di-BKO-kan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah tersebut. (TN)

#Riau #Titik panas #69