TABLOIDTIRAI.COM - Asap tipis masih menggantung di udara ketika langkah tegas Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menapaki lahan gambut di Kota Dumai yang sebelumnya dilalap api. Di tengah panas yang menyengat dan tanah yang masih menyimpan bara di bawah permukaan, ia tak sekadar memberi instruksi dari kejauhan, tapi menyatu bersama personel untuk memastikan setiap titik api benar-benar padam.
Irjen Herry juga terlibat langsung dalam proses pemadaman bersama tim gabungan di lapangan. Di lokasi, upaya pemadaman tidaklah mudah karena api kerap sembunyi di bawah lahan gambut. Api di bawah permukaan tanah sulit dijangkau dan berpotensi muncul kembali sewaktu-waktu. Karena itu, selain pemadaman, proses pendinginan menjadi kunci utama.
“Laksanakan tugas secara profesional dan utamakan keselamatan. Pastikan seluruh titik api benar-benar padam, termasuk potensi api di bawah permukaan,” tegas Irjen Herry.
Penanganan karhutla kali ini melibatkan sinergi lintas sektor. Personel dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga unsur terkait lainnya bahu-membahu menghadapi kobaran api. Mereka bekerja dengan peralatan lengkap, menyisir area terbakar, memastikan tidak ada titik yang terlewat. Di balik kerja keras itu, tersimpan tantangan yang tak ringan.
Medan yang sulit, asap yang pekat, serta risiko keselamatan menjadi bagian dari keseharian mereka selama proses pemadaman berlangsung. Namun, kehadiran Irjen Herry di tengah mereka menjadi suntikan semangat tersendiri.
Tak hanya fokus pada pemadaman, Irjen Herry juga menekankan pentingnya langkah pencegahan. Ia mengingatkan bahwa karhutla bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga mencegahnya agar tidak kembali muncul. Patroli terpadu dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dari strategi tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, yang kerap menjadi pemicu utama kebakaran.
Seiring waktu, hasil kerja keras tim mulai terlihat. Titik api berangsur menurun, meski proses pendinginan tetap dilakukan secara intensif untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang dapat memicu kebakaran ulang.
Di tengah upaya yang terus berjalan, satu hal menjadi jelas, penanganan karhutla membutuhkan komitmen bersama, dari aparat hingga masyarakat. Dan di Dumai, komitmen itu tampak nyata, di setiap langkah personel, di setiap semburan air ke tanah gambut, dan di setiap titik api yang berhasil ditaklukkan. (ckc)
#Kapolda Riau #Karhutla #Hutan Riau