TABLOIDTIRAI.COM – Ketua Harian Indonesia Creative Cities Network (ICCN), Sam Vicky Herinadharma, mengapresiasi pelaksanaan Ekraforia 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis bersama Bengkalis Creative Network (BCN).
Menurut Sam Vicky, Kabupaten Bengkalis memiliki kekayaan budaya dan sejarah yang kuat untuk dikembangkan sebagai bagian dari kekuatan baru ekonomi kreatif.
Letak Bengkalis yang strategis di Selat Malaka, ditambah tradisi maritim, seni, kriya, kuliner hingga berbagai peninggalan sejarah, dinilai menjadi modal budaya atau cultural capital yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif.
“Ekraforia ini menjadi langkah yang baik untuk menghidupkan kembali ruang-ruang yang memiliki nilai sejarah melalui kreativitas. Bengkalis memiliki cultural capital yang sangat kuat dan ini bisa menjadi kekuatan baru ekonomi kreatif,” ujar Sam Vicky didampingi Ketua Bengkalis Creative Network (BCN) saat bersilaturahmi dengan Bupati Bengkalis Hj Kasmarni, Sabtu (15/8).
Ia mendorong Pemkab Bengkalis menerapkan konsep creative placemaking dalam pengembangan bangunan maupun kawasan bersejarah. Salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi tersebut adalah Jail Huis Van Bewaring yang selama ini dikenal masyarakat sebagai Penjara Belanda.
Sam Vicky menilai bangunan bersejarah itu dapat direvitalisasi dan dihidupkan kembali dengan konsep Bengkalis Heritage Creative Hub.
“Transformasi ini bukan sekadar konservasi bangunan, tetapi bagaimana menghadirkan ruang baru tempat heritage, culture, creativity, community, dan technology bertemu,” cakapnya lagi.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut dapat diisi dengan berbagai aktivitas kreatif, mulai dari heritage gallery, ruang komunitas, studio kreator, workshop kriya dan fesyen, kuliner Melayu, creative market, ruang pertunjukan hingga digital storytelling dan media arts yang memperkenalkan sejarah Bengkalis kepada generasi baru.
Dengan pengembangan tersebut, bangunan bersejarah tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu. Namun, juga dapat menjadi ruang kreativitas, destinasi budaya, tempat interaksi masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Jadi kita tidak hanya menjaga warisan, tetapi mengaktifkannya. Ketika heritage bisa menjadi ruang kreativitas dan ekonomi, maka sejarah tidak berhenti sebagai masa lalu, tetapi menjadi bagian dari masa depan Bengkalis,” ujarnya.
Sam Vicky turut mengapresiasi kolaborasi Bengkalis Creative Network dan Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam pelaksanaan Ekraforia 2026. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Bengkalis.
“ICCN mengapresiasi apa yang dilakukan kawan-kawan Bengkalis Creative Network bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk mendorong penguatan SDM ekonomi kreatif menuju Kota Kreatif Dunia,” pungkasnya.
Bupati Bengkalis Hj Kasmarni menyambut baik dukungan ICCN terhadap pengembangan ekonomi kreatif di daerahnya. Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap berkolaborasi dengan ICCN dalam proses menuju Kabupaten Kreatif.
Kasmarni menilai pendampingan ICCN dapat menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan berbagai potensi Bengkalis sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kita menyambut baik kesediaan ICCN untuk mendampingi Kabupaten Bengkalis. Kita memiliki potensi yang besar, dan dengan kolaborasi ini kita berharap potensi budaya, sejarah, kreativitas generasi muda dan pariwisata, termasuk Pulau Rupat, dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kasmarni.
Ia menegaskan Pemkab Bengkalis akan memberikan dukungan agar proses menuju Kabupaten Kreatif dapat berjalan optimal. Pengembangan tersebut juga diharapkan melibatkan seluruh unsur masyarakat, terutama komunitas dan generasi muda.
Ekraforia 2026 mengusung tema “Simfoni Simetria” dan berlangsung selama tiga hari, 14-16 Agustus, di Jail Huis Van Bewaring atau Penjara Belanda, Jalan Pahlawan, Kelurahan Bengkalis Kota.
Kegiatan tersebut resmi dibuka Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso. Sejumlah aktivitas kreatif turut dihadirkan, di antaranya creative gallery, maker space, creative stage, local market, creative connect, serta Ekrafo Run. (TN)
#ICCN #Ekraforia 2026 #Kekayaan budaya