Dugaan Preman Masuk Gedung DPRD Riau Disorot DPP Golkar, Ahmad Doli: Memalukan !

Dugaan Preman Masuk Gedung DPRD Riau Disorot DPP Golkar, Ahmad Doli: Memalukan !

TABLOIDTIRAI.COM — Dugaan masuknya pihak luar ke dalam kompleks Gedung DPRD Provinsi Riau saat terjadi keributan yang melibatkan dua legislator Partai Golkar terus menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut turut mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia.

Doli mengaku prihatin atas insiden yang terjadi di lembaga legislatif tersebut. Menurutnya, peristiwa itu telah mencoreng citra wakil rakyat dan tidak seharusnya terjadi di ruang yang menjadi tempat memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Memalukan ! Itu komentar saya yang pertama," kata Doli saat dimintai tanggapan terkait keributan yang melibatkan Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan anggota DPRD Riau Indra Gunawan Eet.

Ia menegaskan bahwa setiap persoalan di lingkungan DPRD semestinya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan emosi maupun tindakan fisik. Sebagai wakil rakyat, kata Doli, anggota dewan memiliki tanggung jawab memberikan teladan kepada masyarakat. "Seharusnya sebagai wakil rakyat bisa kasih contoh yang baik kepada masyarakat. Semua persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang telah diperolehnya, Doli mengatakan keributan bermula ketika rapat Badan Anggaran DPRD Riau yang membahas persoalan anggaran berlangsung. Menurutnya, Indra Gunawan Eet disebut memojokkan Parisman Ihwan sehingga situasi memanas dan memicu emosi. "Saya sudah check, persoalan itu berawal dari saudara Eet yang memojokkan saudara Parisman. Padahal rapat itu sedang membahas urusan anggaran. Saudara Parisman pun kemudian terpancing emosi," katanya.

Di sisi lain, insiden tersebut juga memunculkan dugaan adanya pihak luar yang ikut berada di lokasi keributan. Informasi mengenai dugaan masuknya massa dari luar gedung dewan hingga kini masih menjadi informasi yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh aparat penegak hukum maupun Sekretariat DPRD Riau.

Doli sendiri tidak memberikan pernyataan yang membenarkan dugaan tersebut. Namun ia berharap persoalan tidak berkembang semakin luas, termasuk dengan melibatkan kelompok pendukung dari masing-masing pihak. "Saya berharap pimpinan Partai Golkar di sana dapat segera menyelesaikan urusan mereka, dengan memanggil mereka berdua, agar tidak memperpanjang persoalan, apalagi melibatkan antarkelompok masing-masing," ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar sesama kader Partai Golkar mampu menjaga soliditas organisasi dan tidak mempertontonkan perselisihan di hadapan publik. Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa dalam politik, tetapi harus diselesaikan melalui mekanisme partai. "Seharusnya sesama anggota Fraksi Partai Golkar bisa saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar. Bukan saling tuding dan merasa hebat-hebatan, apalagi di depan anggota DPRD lain dan publik," tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Doli menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya warga Riau, atas peristiwa yang dinilai telah mencoreng nama baik Partai Golkar dan lembaga DPRD.

"Atas nama Partai Golkar saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya masyarakat Riau yang pasti tidak nyaman melihat peristiwa tersebut," katanya.

Sebelumnya, keributan di lingkungan DPRD Riau mengakibatkan seorang petugas keamanan Sekretariat DPRD Riau, Harianto alias Anto Gledor, mengalami luka di bagian kepala saat berusaha melerai. Selain itu, seorang anggota rombongan yang disebut bersama Indra Gunawan Eet juga dilaporkan mengalami luka ringan.

Hingga kini, aparat dan pihak DPRD Riau masih diharapkan memberikan penjelasan resmi mengenai keseluruhan kronologi peristiwa, termasuk berbagai informasi yang beredar terkait dugaan keterlibatan pihak luar dalam insiden tersebut.

#DPRD Riau #Golkar Riau #Indra Gunawan Eet vs Parisman Ikhwan #DPP Golkar