TABLOIDTIRAI.COM – Tim Formatur Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Riau resmi merampungkan penyusunan kepengurusan FAJI Riau periode 2026–2030 dalam rapat formatur yang digelar di Kedai Kopi Hokky Panam, Pekanbaru, Senin (6/7) sore.
Rapat tersebut dipimpin langsung Ketua Umum FAJI Riau terpilih Erfan Panca Putra didampingi Sekretaris Umum Firman Wahyudi bersama tim formatur. Dalam rapat itu, seluruh struktur organisasi mulai dari jajaran penasehat, pembina, pengurus harian hingga bidang-bidang organisasi dinyatakan rampung dan selanjutnya akan diajukan kepada Pengurus Besar (PB) FAJI untuk memperoleh pengesahan sebelum dilantik secara resmi.
Ketua Umum FAJI Riau terpilih Erfan Panca Putra mengatakan, rampungnya penyusunan kepengurusan menjadi langkah awal membangun organisasi yang lebih kuat dan profesional.
"Alhamdulillah, rapat formatur hari ini berhasil merampungkan seluruh susunan kepengurusan. Setelah mendapatkan pengesahan dari PB FAJI, kami akan langsung bergerak melaksanakan program-program organisasi demi kemajuan olahraga arung jeram di Riau," ujar Erfan.
Menurutnya, agenda terdekat yang akan dilaksanakan adalah Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) bersama KONI Riau untuk menyusun program kerja empat tahun ke depan.
Rakerprov akan membahas pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih dan wasit, pembentukan kepengurusan kabupaten/kota, kalender kejuaraan, pengembangan olahraga arung jeram berbasis keselamatan (river rescue), hingga pengembangan sport tourism di Provinsi Riau.
Selain itu, FAJI Riau juga mulai melakukan konsolidasi menghadapi agenda olahraga daerah, termasuk menyongsong tahapan pemilihan Ketua Umum KONI Riau yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.
"Kami ingin FAJI menjadi cabang olahraga yang aktif mendukung kemajuan olahraga prestasi di Riau sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan pariwisata berbasis alam," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum FAJI Riau Firman Wahyudi mengatakan fokus awal kepengurusan adalah menuntaskan administrasi organisasi, memperkuat kepengurusan di kabupaten/kota, dan segera menggelar Rakerprov.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan PB FAJI dan KONI Riau untuk proses pengesahan. Setelah itu kami langsung bekerja melalui Rakerprov agar seluruh program organisasi dapat berjalan secara terukur dan berkesinambungan," ujarnya.
Firman menambahkan, FAJI Riau tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga ingin menjadikan arung jeram sebagai media edukasi, konservasi lingkungan, peningkatan kapasitas penyelamatan sungai (rescue), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.
Menurutnya, Riau memiliki potensi sungai yang sangat besar untuk pengembangan olahraga arung jeram. Potensi tersebut selama ini didukung sejumlah klub yang aktif melakukan pembinaan atlet dan mengembangkan wisata arung jeram.
Klub-klub andalan FAJI Riau di antaranya Kopu Rafting di Kabupaten Kampar, Subayang Rafting di kawasan Sungai Subayang, Kecamatan Kampar Kiri, Rimbang Baling Rafting di kawasan konservasi Rimbang Baling, Kampar Kiri, serta Batabuah Rafting di Kabupaten Kuantan Singingi. Keempat klub tersebut menjadi ujung tombak pembinaan atlet sekaligus pengembangan wisata minat khusus berbasis sungai di Provinsi Riau.
Salah satu agenda besar yang mulai dipersiapkan adalah Kejuaraan Arung Jeram Tingkat Sumatera yang direncanakan berlangsung pada November 2026 di kawasan Sungai Subayang, Kecamatan Kampar Kiri.
Ketua Subayang Rafting, Muhammaddun, mengatakan pihaknya siap menjadi tuan rumah kegiatan tersebut bekerja sama dengan FAJI Riau.
"Insya Allah kami menargetkan pelaksanaan Kejuaraan Arung Jeram Sumatera pada November 2026. Event ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi bagi atlet-atlet arung jeram se-Sumatera, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata alam Sungai Subayang kepada masyarakat luas," katanya.
Menurut Muhammaddun, Sungai Subayang memiliki karakter sungai yang sangat layak untuk olahraga arung jeram dengan panorama alam yang masih alami, hutan tropis yang terjaga, serta menjadi bagian dari kawasan konservasi Rimbang Baling.
"Kami ingin peserta datang bukan hanya untuk berlomba, tetapi juga menikmati keindahan Sungai Subayang. Harapan kami, event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memperkenalkan Kampar Kiri sebagai salah satu destinasi unggulan wisata arung jeram di Indonesia," ujarnya.
Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) merupakan organisasi resmi cabang olahraga arung jeram di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Organisasi ini bertugas membina atlet, pelatih, dan wasit, menyelenggarakan kompetisi, meningkatkan standar keselamatan olahraga arung jeram, serta mengembangkan arung jeram sebagai olahraga prestasi, rekreasi, edukasi, konservasi, pencarian dan penyelamatan (search and rescue), serta sport tourism.
Dengan rampungnya kepengurusan periode 2026–2030, FAJI Riau optimistis mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional sekaligus menjadikan sungai-sungai di Provinsi Riau sebagai destinasi olahraga wisata unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah. (rls)
#FAJI Riau #Rapat Formatur #Ervan Panca Putra