TABLOIDTIRAI.COM - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan masyarakat menggelar Festival Pacu Sampan Tepian Batang Mandau di Desa Wisata Balai Pungut, Kecamatan Pinggir. Kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Merdeka Mengayuh, Mandiri Bertumbuh”, festival ini diikuti puluhan peserta dan berlangsung meriah dengan disaksikan ribuan masyarakat di sepanjang tepian Sungai Batang Mandau.
Selain menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, Festival Pacu Sampan juga diarahkan untuk memperkuat pengembangan Desa Wisata Balai Pungut. Kegiatan tersebut menggabungkan upaya pelestarian budaya lokal dengan pengembangan sektor pariwisata dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Balai Pungut sendiri memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat. Sejak dahulu, kawasan tersebut menjadi salah satu jalur kehidupan dan transportasi masyarakat. Balai Pungut juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas mobilitas dan logistik pada masa awal perkembangan industri hulu migas di Blok Rokan.
Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.
“Pertamina Hulu Rokan berkomitmen tidak hanya fokus pada keandalan operasi migas, tetapi juga hadir secara aktif menjaga kearifan lokal serta mendorong kemandirian ekonomi warga,” ujar Eviyanti.
Ia menambahkan, Festival Pacu Sampan dapat menjadi sarana mempererat hubungan masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan wisata yang mengangkat sejarah dan budaya Balai Pungut.
Dalam pengembangan Desa Wisata Balai Pungut, PHR sebelumnya telah memberikan pendampingan melalui program Community Involvement and Development (CID) Zona Rokan.
Pendampingan yang berlangsung sejak 2025 tersebut meliputi pembentukan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), penyusunan rencana induk pariwisata desa, peningkatan kemampuan pengelolaan destinasi dan hospitality, hingga bantuan sarana serta prasarana pendukung wisata.
Bupati Bengkalis Kasmarni mengapresiasi dukungan PHR dalam menjaga budaya Melayu sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Balai Pungut adalah daerah bersejarah, baik dari sisi kebudayaan Melayu maupun jejak sejarah migas kita. Melalui Festival Pacu Sampan ini, PHR tidak hanya menghidupkan kembali tradisi kebanggaan warga di Batang Mandau, tetapi juga menggerakkan ekonomi UMKM dan pariwisata daerah,” kata Kasmarni.
Menurutnya, festival tersebut tidak sebatas menjadi kegiatan promosi destinasi wisata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana mempertahankan kearifan lokal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
Ketua Pokdarwis Balai Pungut, Erwin, mengatakan gagasan menjadikan Sungai Mandau sebagai destinasi wisata berawal dari keinginan pemerintah desa bersama tokoh masyarakat untuk mengembangkan potensi sejarah dan budaya yang dimiliki wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, pendampingan yang diberikan PHR sejak 2025 telah membantu meningkatkan wawasan para pengelola wisata, terutama dalam aspek manajemen dan pengembangan destinasi.
“Tujuan utama kami adalah menjadikan desa ini dikenal sebagai desa wisata yang lahir dari cerita sejarah Balai Pungut. Kami berterima kasih kepada PHR atas ilmu, pelatihan, serta dukungan fasilitas untuk mendukung pariwisata ini,” ujarnya.
Erwin menambahkan, pengembangan kawasan wisata Sungai Mandau juga memberikan dampak terhadap pertumbuhan pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi.
Festival Pacu Sampan tersebut turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Bengkalis, jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis, tokoh masyarakat, pemuda, Karang Taruna, BUMDes serta masyarakat.
Kolaborasi antara PHR, pemerintah daerah dan masyarakat diharapkan dapat terus memperkuat Desa Wisata Balai Pungut sebagai destinasi wisata yang mengedepankan sejarah dan budaya, sekaligus menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (TN)
#Pacu Sampan #Bali pungut #Budaya